RADAR JEMBER - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Bondowoso kemarin, (2/12) memicu terjadinya tanah longsor di Dusun Gilih, Desa Jeruk Soksok, Kecamatan Binakal. Kejadian yang terjadi sekitar pukul 15.32 WIB itu tidak menimbulkan korban jiwa.
Namun material longsor dengan ukuran panjang 5 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 10 meter sempat mengancam akses warga sekitar.
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, Kristianto, mengatakan bahwa laporan pertama diterima pihaknya pada Rabu (3/12) pagi melalui pesan WhatsApp warga.
Tim Pusdalops bersama agen bencana Jawa Timur langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen cepat.
“Respons awal yang cepat adalah prioritas kami untuk memastikan dampak dan potensi risiko lanjutan dapat segera diidentifikasi,” ujarnya.
Menurut Kristianto, intensitas hujan yang cukup tinggi sejak awal pekan membuat sejumlah wilayah masuk kategori rawan longsor.
Kondisi tanah yang labil dan kontur wilayah perbukitan menjadi faktor yang memperbesar potensi kejadian serupa.
“Kami selalu mengingatkan masyarakat agar tetap waspada, terutama di wilayah-wilayah yang secara geografis memiliki kerentanan longsor,” terangnya.
Dalam penanganan di lapangan, BPBD Bondowoso turut berkoordinasi dengan Posramil Binakal, perangkat Desa Jeruk Soksok, serta warga setempat.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mempercepat pendataan, pembersihan material awal, dan pengamanan area yang terdampak.
“Sinergi lintas elemen inilah yang memastikan penanganan dapat berjalan efektif dan situasi tetap terkendali,” kata Kristianto.
Ia menegaskan bahwa sejauh ini tidak ditemukan adanya korban jiwa maupun kerusakan berat pada permukiman warga.
Meski demikian, BPBD tetap memetakan potensi kerawanan susulan mengingat kondisi cuaca di Bondowoso masih menunjukkan hujan intensitas rendah hingga sedang.
“Kami terus memonitor perkembangan cuaca dan kondisi kontur tanah di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan longsor lanjutan,” tambahnya.
Kristianto juga mengungkapkan bahwa pihaknya belum menemui hambatan berarti dalam asesmen maupun komunikasi dengan aparat dan warga.
Kelancaran ini, menurutnya, menjadi modal penting dalam kesiapsiagaan bencana ke depan.
“Tidak ada kendala di lapangan. Semua pihak bergerak cepat dan kooperatif,” pungkasnya. (faq/fid)
Editor : Adeapryanis