RADAR JEMBER - Di tengah suasana hangat lomba sarung dan kopiah yang memecah tawa pagi, terselip pesan keras yang tak bisa ditawar.
Ancaman judi online dan paham ekstrim kian menyelinap di ruang-ruang digital ASN. Kemenag Bondowoso tak ingin lengah sedetik pun.
Gelombang digital yang kian deras bukan hanya membawa kemudahan, tapi juga ancaman senyap yang mengintai remaja hingga orang dewasa.
Judi online merayap masuk lewat gawai, menjerat korban tanpa suara.
Di saat bersamaan, paham-paham ekstrim menunggu celah, memanfaatkan celah literasi digital yang rapuh. Ancaman itu tidak datang dengan bising, ia berwujud klik yang dibiarkan.
Kepala Kemenag Bondowoso Ali Masyhur tak ingin momentum HAB hanya menjadi seremoni.
Ia menyisipkan peringatan yang kini menjadi isu nasional, judi online dan paham ekstrem. “ASN harus disiplin, menjaga integritas dan menjalankan apa yang menjadi tanggung jawab mereka,” tegasnya.
Ali mengungkapkan, Kemenag Bondowoso rutin menggelar pengarahan setiap tanggal 17 setiap bulan.
Di tiap satuan kerja, para ASN dibekali motivasi kerja sekaligus peringatan keras agar tidak terjebak perilaku menyimpang, terutama praktek judi online yang marak dan infiltrasi paham ekstrem yang kerap memanfaatkan celah literasi digital.
Menurutnya, dua ancaman itu tak memandang profesi. Mereka menyusup lewat layar ponsel, percakapan sehari-hari, bahkan konten yang tampak ringan.
Karena itu, Kemenag Bondowoso memperkuat pengawasan sikap, etika, dan mindset ASN sebagai garda terdepan menjaga kerukunan umat.
“Agar mereka tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Termasuk juga ditekankan agar mereka menjaga kerukunan agama, dan ikhlas di Kementerian Agama ini,” pungkas Ali.
Di momentum HAB ke-80 ini, Kemenag Bondowoso berharap seluruh ASN tidak hanya merayakan usia panjang lembaga, tapi juga memperbaharui komitmen: berintegritas, bersih digital, dan tegar menghadapi ancaman baru yang datang tanpa suara namun mematikan. (ham/fid)
Editor : Adeapryanis