DABASAH, Radar Ijen - Program Ijen Geopark Corner lahir dari satu tujuan besar, menjaga keberlanjutan status Ijen Geopark saat proses revalidasi pada 2026 mendatang.
Dunia pendidikan dipilih sebagai titik tumpu. Alasannya sederhana, sekolah adalah ruang belajar yang tak pernah berhenti, dan di sanalah kesadaran geopark bisa ditanamkan sejak dini.
Dengan program tersebut, sekolah diberi ruang untuk memasukkan unsur geopark ke dalam pembelajaran, mulai dari geologi, biologi, hingga konservasi budaya. Formatnya mirip pojok literasi, tetapi fokus pada keberagaman warisan Ijen Unesco Global Geopark.
Di situlah informasi disajikan, dipelajari, dan disampaikan kembali oleh siswa, termasuk ketika ada kunjungan tamu. Hal itu dilakukan dari jenjang pendidikan TK hingga SMA sederajat.
“Harapannya, saat Geopark Corner berada di setiap sekolah, mereka sudah bisa menjelaskan ketika ada kunjungan atau pertanyaan dari siswa lain,” kata Tantri Raras Ayuningtyas, Ketua PHIG Bondowoso.
Peserta diminta mengirim video sebelum dilakukan kunjungan lapangan. Langkah ini dilakukan karena jumlah sekolah di Bondowoso sangat besar, lebih dari 500 lembaga.
Video menjadi filter awal sekaligus gambaran awal mengenai keseriusan sekolah dalam membangun Geopark Corner.
“Pertama kami menilai dari video. Setelah itu baru melihat existing-nya ketika visitasi apakah benar sesuai atau hanya terlihat bagus di video.”
Yang menarik, program ini tidak menerapkan batasan jenjang. Dari TK, SD, SMP, SMA, semuanya diberi kesempatan yang sama untuk ikut serta.
Selain menjadi ajang lomba, program ini juga berfungsi sebagai branding sekolah—bahwa mereka telah mengintegrasikan konsep pembelajaran Geopark dalam aktivitas belajar. “Sampai saat ini pesertanya sudah puluhan, hampir ratusan. Ini juga mendorong agar sekolah lain memiliki Geopark Corner di sekolahnya masing-masing.” tegasnya.
Dengan antusiasme yang terus mengalir, Ijen Geopark Corner bukan sekadar pojok informasi. Ia tengah berkembang menjadi ruang hidup yang mempertemukan pengetahuan, kreativitas, dan identitas lokal, sebuah laboratorium kecil yang kelak menguatkan posisi Ijen Geopark di mata dunia. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi