Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tak Hanya Kenalkan Wisata, Kacong Jebbing Bondowoso juga Diharapkan Berkontribusi pada Lingkungan

Ilham Wahyudi • Senin, 1 Desember 2025 | 14:28 WIB
Selain mengenalkan potensi wisata, Kacong Jebbing Bondowoso juga diharapkan memberikan kontribusi pada lingkungan sosial. (KOMINFO BONDOWOSO)
Selain mengenalkan potensi wisata, Kacong Jebbing Bondowoso juga diharapkan memberikan kontribusi pada lingkungan sosial. (KOMINFO BONDOWOSO)

DABASAH, Radar Ijen - Gemerlap lampu warna warni itu, menghiasi Gor Pelita Bondowoso Minggu (30/11) malam. Menandakan megahnya gelaran Grand Final Kacong Jebbing Bondowoso.

Ada 10 pasang finalis yang bersiap untuk menjadi pemenang Kacong Jebbing Bondowoso. Pasangan yang berhasil menjadi juara satu, akan mewakili Kota Tape di kompetisi Raka-Raki Jatim.

Berbagai tahapan dan proses sudah dilalui, mulai dari pembinaan, seleksi wawancara, mengunjungi destinasi wisata hingga unjuk kemampuan pribadi.

Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi mengatakan, Kacong Jebbing bukan sebatas kompetisi untuk menemukan talenta muda, yang dinilai secara fisik saja.

Ada tiga aspek penilaian, untuk menentukan pemenang Kacong Jebbing Bondowoso. Semua dinilai oleh praktisi hingga akademisi ahli di bidangnya.

Pria yang akrab disapa Fathur itu, aspek penilaian pertama adalah adalah Brain atau pengetahuan yang dimiliki setiap peserta.

“Ini menjadi penting. Pengetahuan tentang apa? Ya tentang Bondowoso secara umum,” ucapnya.

Aspek penilaian lainnya adalah Beauty atau kecantikan. Namun hal tersebut bukan hanya dilihat berdasarkan kondisi fisik saja.

“Bukan hanya wajah. Tapi kecantikan personality. Makanya kemudian menjadi duta akhirnya, karena kecantikan dari dalamnya atau inner beauty,” imbuhnya.

Penilaian lainnya adalah behavior atau perilaku para peserta, selama mengikuti proses seleksi Kacong Jebbing Bondowoso 2025.

Mereka diharapkan mampu mendongkrak nilai-nilai yang ada di Bondowoso. Mulai dari bidang pariwisata, di bidang lingkungan, di bidang pendidikan, hingga ekonomi dan kesehatan.

“Memang secara umum ini semangatnya, bagaimana memunculkan destinasi-destinasi wisata di bondowoso ini menjadi akan lebih masif lagi,” ucapnya.

Fathur juga menyebut, pasangan yang menjuara satu akan dikirim mengikuti kegiatan raka-raki Provinsi Jawa Timur. Sehingga mereka akan mendapatkan pembinaan lebih lanjut.

Namun selain itu, Fathur mengungkapkan hal lain yang penting untuk dilakukan adalah membangun Bondowoso melalui smart branding city.

“Kacong Jebbing ini punya paguyuban. Jadi yang banyak berperan kali ini, adalah Kacong Jebbing dua tahun yang lalu,” terangnya.

Sebelum ditetapkan sebagai Kacong Jebbing, mereka sudah mendapatkan pembekalan dari akademisi dan praktisi yang ahli dalam bidangnya. Mulai dari public speaking, kepribadian hingga pariwisata.

Yuni juga menyebut, Kacong Jebbing terpilih tak hanya memiliki kewajiban untuk mengenalkan potensi wisata yang ada.

Namun, mereka diharapkan mampu memberikan kontribusi kepada Bondowoso. Melalui komunitas atau paguyuban yang ada.

“Bukan hanya di dunia pariwisata saja. Mereka juga memiliki kegiatan sosial, kemasyarakatan termasuk lingkungan,” pungkasnya. (ham)

Editor : M. Ainul Budi
#finalis #Wisata #juara #Kacong Jebbing #Bondowoso