Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Soal Ada Bantuan tak Tepat Sasaran, Dinsos P3AKB Bondowoso Klaim Semua Data Berasal dari Pusat?

Ilham Wahyudi • Senin, 1 Desember 2025 | 02:11 WIB

 

dr Mohammad Imron  Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso.
dr Mohammad Imron Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso.

RADAR JEMBER - RAMAINYA keluhan penerima Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Kesra yang dinilai tak tepat sasaran.

Dinas Sosial Pemberdqyqan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso, akhirnya memberikan penjelasan resmi.

Mereka menegaskan bahwa seluruh data penerima berasal dari pemerintah pusat melalui Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), bukan dari pemerintah daerah.

“Data BLTS itu given, langsung dari kementerian. Tidak hanya Bondowoso yang mengalami ketidaksesuaian, hampir semua daerah se-Indonesia menghadapi persoalan sama,” ujar dr Mohammad Imron, Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso.

Imron menjelaskan, setelah data turun ke daerah, pendamping PKH melakukan ground check untuk melihat kecocokan data dengan kondisi lapangan.

Jika ditemukan ketidaksesuaian, misalnya penerima ternyata tergolong mampu, maka pendamping akan mencatat dan mengirimkan revisi ke BPS sebagai pihak yang memproses “pemeringkatan” status kesejahteraan warga.

“BPS yang menentukan peringkat Desil 1 sampai 4. Bantuan menyasar warga di peringkat itu. Desil 1 adalah kelompok termiskin dan miskin ekstrem,” terangnya.

Namun ia mengakui, ground check idealnya dilakukan sebelum penyaluran bantuan. Kenyataannya, keterbatasan waktu dan SDM membuat pemeriksaan lapangan tidak bisa mencapai titik optimal.

“Harusnya sebelum pembagian. Tapi dengan SDM terbatas, kami tidak bisa maksimal,” katanya.

Meski pendamping menemukan penerima yang tak layak, daerah tidak memiliki kewenangan untuk membatalkannya langsung.

Proses pencairan tetap dilakukan, sementara data perbaikan baru dapat direalisasikan pada periode selanjutnya.

“Data itu sudah ‘by name, by address’ dari pusat. Kalau ternyata di lapangan dia mampu, kami tidak bisa serta-merta membatalkan,” jelasnya.

Jika ada warga yang benar-benar berhak tetapi tidak menerima, masyarakat dipersilakan melapor melalui pendamping PKH atau langsung ke Dinsos untuk diajukan ke BPS.

Imron juga mengimbau warga yang ingin memastikan status bantuan sosialnya agar memanfaatkan aplikasi Cek Bansos.

“Melalui aplikasi itu masyarakat bisa mengecek sendiri apakah masuk daftar apa tidak. Tapi bagi warga yang tidak punya HP atau sulit mengakses teknologi, kami siap membantu,” ujarnya.

Data yang masuk melalui aplikasi tersebut akan terkirim ke Pusdatin untuk diolah bersama sistem nasional. Imron menegaskan DTSEN bersifat sangat dinamis.

Artinya, penerima tahun ini belum tentu menerima tahun depan, tergantung hasil pemeringkatan ulang.

Dinsos Bondowoso siap melakukan verifikasi–validasi (verval) jika sewaktu-waktu ada instruksi.

Namun sampai saat ini, belum ada perintah untuk melakukan verval besar-besaran.

“Kami hanya bisa mendampingi, memfasilitasi, dan melakukan pengecekan lapangan. Untuk verval total, belum ada instruksi,” pungkasnya. (ham/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#Bantuan #pkh #dinsos #Bansos #Bondowoso