Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Desa Jadi Motor Pertumbuhan Baru, Dorong UMKM Bondowoso sebagai Tulang Punggung Ekonomi Lokal

Faqih Humaini • Jumat, 28 November 2025 | 13:37 WIB

MENINJAU: Sejumlah pejabat saat melihat perkembangan UMKM lokal. (FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN)
MENINJAU: Sejumlah pejabat saat melihat perkembangan UMKM lokal. (FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN)

RADAR JEMBER – Pemkab Bondowoso menegaskan pentingnya memperkuat struktur ekonomi desa sebagai strategi percepatan pertumbuhan daerah.

Melalui program desa berdaya dan pengembangan ikon tematik, Pemkab menilai desa kini tidak lagi hanya sebagai penerima program pembangunan, melainkan penggerak utama ekonomi lokal yang berpotensi membuka pusat-pusat pertumbuhan baru.

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menjelaskan, penguatan ekonomi desa diperlukan untuk mendorong kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.

Menurutnya, setiap desa memiliki karakter ekonomi yang berbeda—mulai dari pertanian, kerajinan, wisata, hingga produk kreatif—yang bila dikelola dengan baik dapat menghasilkan nilai ekonomi signifikan.

“Desa ini punya potensi besar. Kalau diberi ruang berinovasi dan dikelola serius, dampak ekonominya akan terasa langsung ke masyarakat,” ujarnya saat meninjau UMKM Desa Klabang.

Ia menekankan bahwa ikon tematik yang dikembangkan di sejumlah desa bukan sekadar identitas visual, tetapi strategi untuk memperkuat sektor UMKM sebagai penopang ekonomi.

Dengan adanya ikon, desa terdorong menciptakan produk unggulan, memperkuat branding, dan memperluas pasar.

Penguatan ini dinilai mampu memunculkan lapangan kerja baru serta menambah pendapatan warga yang selama ini bergantung pada sektor primer.

Namun, Abdul Hamid mengingatkan, peningkatan ekonomi desa tidak mungkin terwujud tanpa kolaborasi.

Pemerintah desa, pelaku UMKM, dan pendamping program diminta membangun sinergi agar rantai produksi, pengelolaan, hingga pemasaran berjalan efektif.

“Kalau jalan sendiri-sendiri, UMKM sulit berkembang. Ekonomi desa butuh jejaring, bukan hanya produk,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya tata kelola yang baik untuk memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan luas.

Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas menjadi fondasi agar program tidak hanya menguntungkan kelompok tertentu.

Dengan pengelolaan yang benar, desa berdaya dapat berkembang menjadi ruang ekonomi baru yang mengurangi ketergantungan pada kota dan meningkatkan daya saing daerah.

Pemkab berkomitmen memperkuat dukungan melalui pelatihan, pendampingan usaha, hingga sinergi lintas sektor.

Fokusnya adalah memaksimalkan potensi UMKM agar mampu melakukan hilirisasi produk dan meningkatkan kapasitas produksi.

“Kita ingin UMKM desa punya pasar yang lebih luas, tidak hanya dijual di lingkungan desa,” katanya.

Desa yang kuat secara ekonomi akan menjadi fondasi pertumbuhan kabupaten.

Dengan memperbaiki struktur UMKM dan menciptakan pusat ekonomi baru di tingkat desa, Bondowoso diharapkan mampu mempercepat pengurangan kemiskinan serta meningkatkan pendapatan masyarakat. (faq/fid)

Editor : Adeapryanis
#UMKM BOndowoso #Bondowoso