ARDIASAENG, Radar Ijen - Tanah longsor kembali terjadi di wilayah Bondowoso. Cuaca hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan sebagian badan Jalan Desa Ardisaeng Kecamatan Binakal, tergerus Selasa (26/11) sekitar pukul 19.00 WIB.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini berdampak pada terganggunya akses warga dan meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
Plt Kepala BPBD Bondowoso, Kristianto, menegaskan bahwa tim gabungan telah bergerak cepat melakukan asesmen di lokasi kejadian.
Ia menyebutkan, laporan diterima pada Selasa sore dan langsung ditindaklanjuti oleh TRC, Pusdalops, serta Agen Bencana Jatim.
“Kami prioritaskan respons cepat untuk memastikan kondisi lapangan dapat segera dipetakan dan langkah penanganan dapat dilakukan tanpa menunggu risiko bertambah,” ujarnya.
Menurut Kristianto, longsoran dengan panjang lima meter, lebar tiga meter, dan tinggi lima meter itu berpotensi membahayakan para pengguna jalan.
Karena itu, tim segera memasang safety line sebagai langkah awal pengamanan lokasi.
“Area tersebut harus steril dari aktivitas warga hingga dinyatakan aman. Pengamanan awal sangat penting untuk mencegah insiden susulan,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa BPBD telah berkoordinasi dengan Polsek Binakal, BSBK Bondowoso, Pemerintah Desa Kembangan, serta warga sekitar untuk penanganan lanjutan.
Kolaborasi lintas sektor disebut menjadi kunci percepatan mitigasi dan memastikan bahwa akses masyarakat tetap mendapat perhatian.
“Kami pastikan semua pemangku kepentingan bergerak bersama. Sinergi ini penting agar proses penanganan berjalan efektif,” kata Kristianto.
Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat di kawasan perbukitan dan jalur rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan durasi panjang.
Kristianto menegaskan bahwa laporan cepat dari masyarakat sangat membantu upaya BPBD dalam melakukan respons dini.
“Kepekaan warga melaporkan kejadian sangat menentukan. Jangan menunggu kondisi memburuk untuk menghubungi petugas,” pesannya.
BPBD juga meminta masyarakat agar tidak mendekati lokasi longsor dan selalu mengikuti arahan petugas di lapangan.
Mengingat ancaman potensi longsor masih mungkin terjadi, Kristianto mengingatkan agar warga menghindari jalur Ardisaeng sementara waktu.
“Keselamatan tetap yang utama. Lebih baik mengambil jalur alternatif daripada mengambil risiko di titik rawan,” pungkasnya. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi