Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Satlantas Polres Bondowoso Terus Berikan Edukasi Lalin, Demi Keselamatan Pengendara Bermotor

Faqih Humaini • Rabu, 26 November 2025 | 22:06 WIB

BERI PENJELASAN: Petugas kepolisian saat memberikan edukasi taat berlalu lintas kepada warga Bondowoso,
BERI PENJELASAN: Petugas kepolisian saat memberikan edukasi taat berlalu lintas kepada warga Bondowoso,
 

BADEAN, Radar Ijen - Satlantas Polres Bondowoso menegaskan pentingnya ketaatan berlalu lintas masyarakat di tengah pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2025.

Melalui program Polantas Menyapa yang digelar di Kantor Samsat Bondowoso, kemarin (26/11), polisi memfokuskan edukasi pada upaya membangun kedisiplinan dan budaya patuh aturan di kalangan pengendara.

Kanit Regident Satlantas Polres Bondowoso, Iptu Charles Rio Valentine Perdede, menyampaikan bahwa program tersebut dirancang untuk menekan angka pelanggaran yang selama ini menjadi pemicu utama kecelakaan.

“Kepatuhan adalah kunci keselamatan. Edukasi harus diberikan langsung kepada masyarakat agar mereka memahami bahwa aturan dibuat untuk melindungi,” tegasnya.

Ia menerangkan, masih banyak pelanggaran ringan yang terus berulang, seperti tidak memakai helm SNI, menerobos rambu, atau berkendara melebihi batas kecepatan.

Menurutnya, pelanggaran kecil inilah yang sering berujung pada risiko besar jika tidak segera dibenahi melalui kesadaran bersama.

“Disiplin harus dimulai dari hal yang sederhana. Bila masyarakat patuh, maka potensi bahaya bisa ditekan,” ujarnya.

Dalam kegiatan Polantas Menyapa, personel Satlantas memberikan brosur Operasi Zebra Semeru 2025 sembari mengajak masyarakat berdialog tentang kewajiban dan tanggung jawab sebagai pengguna jalan.

Para petugas menekankan bahwa keselamatan bukan semata tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab individu setiap pengendara. Tujuannya, agar warga merasa terlibat sebagai bagian dari upaya menciptakan ketertiban.

Pendekatan persuasif dengan bahasa yang humanis sengaja digunakan untuk membangun kesadaran tanpa rasa terpaksa.

IPTU Charles Rio menekankan bahwa kepatuhan yang lahir dari kesadaran pribadi akan lebih efektif daripada kepatuhan karena takut ditilang.

“Kami ingin masyarakat patuh karena mengerti, bukan karena terpaksa. Ketika pemahaman tumbuh, tertib lalu lintas akan menjadi budaya,” jelasnya.

Di sisi lain, Satlantas juga mengingatkan bahwa pelanggaran lalu lintas tidak hanya berdampak pada pelaku, tetapi juga berbahaya bagi sesama pengguna jalan.

Edukasi diharapkan mendorong warga untuk mempertimbangkan risiko yang ditimbulkan dari setiap tindakan ceroboh di jalan raya.

“Satu pelanggaran bisa mencelakakan banyak orang. Itulah mengapa taat aturan adalah bentuk kepedulian,” pungkasnya. (faq/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#polres #Satlantas #Bondowoso