BONDOWOSO, Radar Jember - Di tengah efisiensi anggaran yang diterapkan tahun ini, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bondowoso memastikan pengembangan layanan digital pemerintah tetap berjalan.
Plt Kepala Kominfo, Ghozal Rawan, menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen menghadirkan inovasi teknologi informasi yang mendukung pelayanan publik, baik melalui pembuatan aplikasi baru maupun pemeliharaan sistem yang sudah ada.
Menurut Ghozal, langkah penguatan sistem terus dilakukan meskipun anggaran terbatas.
Salah satunya melalui pembaruan website dinas-dinas serta peningkatan fitur berbagai aplikasi layanan. Ia menyebut aplikasi Sistem Informasi Presensi Pegawai (SIPP) kini telah mencapai versi kelima dengan fitur unggulan absen tanpa jaringan internet.
“Kami tetap bergerak karena ini supporting system bagi seluruh OPD,” ujarnya.
Selain itu, program quick win aplikasi juga terus dijalankan.
Aplikasi Kanda menjadi salah satu yang mengalami peningkatan signifikan dari sisi jumlah pengguna, terutama setelah terbitnya Peraturan Bupati Nomor 24 Tahun 2025 tentang Pedoman Penanganan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso.
Regulasi tersebut memperluas fungsi aplikasi sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkannya.
Ghozal menegaskan bahwa jumlah aplikasi dan website pemerintah daerah saat ini masih jauh dari kebutuhan ideal.
Karena itu, pengembangan tidak boleh bergantung pada ketersediaan anggaran semata.
Kominfo pun mendorong penguatan layanan digital lintas sektor dengan memaksimalkan sumber daya internal sembari melakukan efisiensi biaya.
Sejumlah aplikasi lintas perangkat daerah juga dikembangkan dan dikelola oleh Kominfo.
Di antaranya aplikasi Sikerja untuk pencari kerja, SIPEKAPAK milik Dinas Sosial P3AKB yang berfungsi sebagai sistem pengaduan kekerasan terhadap perempuan dan anak, hingga aplikasi SAID milik DPMD yang terintegrasi dengan layanan Dispendukcapil.
Kominfo juga menangani SIPK, aplikasi pelayanan kependudukan yang digunakan langsung oleh Dispendukcapil Bondowoso.
Dengan banyaknya aplikasi milik Pemkab Bondowoso, tanggung jawab pemeliharaan sistem sepenuhnya berada di tangan Kominfo.
Ghozal menyebut setiap pembaruan, perbaikan bug, hingga penanganan malfungsi diselesaikan langsung oleh tim internal.
“Kami memang sengaja menunggu laporan jika ada eror, karena dari situ kami bisa memperbaiki dan melakukan update sistem,” jelasnya.
Menariknya, Ghozal mengaku lebih senang ketika ada aplikasi yang mengalami eror ketimbang aplikasi yang tidak digunakan sama sekali.
Menurutnya, aplikasi yang dipakai masyarakat dan OPD justru menunjukkan keberhasilan digitalisasi layanan. “Kalau tidak digunakan itu yang bikin sedih. Kalau eror justru kami tahu sistemnya hidup dan perlu diperbaiki,” tambahnya.
Tidak hanya fokus pada layanan internal, Kominfo juga aktif melakukan counter terhadap serangan digital dari pihak tidak bertanggung jawab, termasuk aktivitas ilegal seperti judi online.
Tim teknis disebut rutin melakukan pencegahan dan monitoring untuk menjaga keamanan sistem pemerintah daerah. Dengan pendekatan ini, Kominfo menilai transformasi digital di Bondowoso dapat terus berjalan meski dengan berbagai tantangan. (faq)
Berikut beberapa link aplikasi untuk dilakukan pemeliharaan Kominfo Bondowoso:
Sipekapak : sipekapak.bondowosokab.go.id
SAID : said-v1.bondowosokab.go.id
SIPP : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.go.bondowosokab.siapp
KANDA : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.go.bondowosokab.kanda
SIPK : sipk.bondowosokab.go.id
Editor : M. Ainul Budi