RADAR JEMBER - Siang ini beredar di lini masa beberapa grup Whatsapp masyarakat Bondowoso mengenai video demo besar-besaran di kantor Polsek Ijen, Bondowoso.
Puluhan hingga ratusan massa itu pun berada di sekitar kantor Polsek Ijen bahkan masuk di dalamnya.
Polsek Ijen Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, digeruduk sejumlah warga pada Senin (17/11/2025).
Massa yang terdiri dari laki-laki dan perempuan mengepung kantor kepolisian, baik di area depan maupun di luar pagar.
Aksi tersebut membuat situasi sempat memanas, termasuk ketika diduga warga menarik Kapolsek Ijen Iptu Suherdi keluar dari kantor dan menurunkan bendera Merah Putih yang terpasang di halaman.
Berdasarkan informasi yang diterima, Kerumunan warga mulai membubarkan diri setelah berlangsung beberapa waktu, dan kondisi di sekitar Polsek Ijen kembali dalam keadaan terkendali.
Tidak ditemukan adanya korban luka, baik di pihak warga maupun aparat kepolisian.
Petugas tetap berjaga untuk memastikan situasi tetap aman pascakejadian.
Hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab warga melakukan aksi tersebut.
Pihak Polres Bondowoso masih belum memberikan keterangan terkait langkah penanganan maupun latar belakang yang memicu reaksi massa.
Situasi di sekitar Ijen masih terus dipantau oleh aparat keamanan.
Diberitakan sebelumnya, dalam satu bulan terakhir wilayah Ijen dihadapkan pada persoalan keamanan lain berupa tiga kali perusakan kebun kopi milik PTPN I Regional 5 Bondowoso oleh orang tak dikenal.
Tanaman kopi produktif dirusak dalam beberapa titik kawasan kebun, dan peristiwa berulang itu berdampak pada aktivitas perusahaan serta menimbulkan kerugian signifikan.
Manajemen perusahaan telah melaporkan seluruh kejadian kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.
Rangkaian perusakan tersebut menambah keresahan masyarakat, terutama karena belum ada kejelasan mengenai pelaku maupun motifnya.
Kondisi itu kemudian memunculkan dugaan bahwa ketegangan yang terjadi di Polsek Ijen memiliki hubungan tidak langsung dengan kekecewaan warga terhadap lambatnya perkembangan penyelidikan kasus perusakan lahan.
Namun, hingga kini belum ada keterangan yang mengonfirmasi keterkaitan kedua peristiwa tersebut. (faq)
Editor : M. Ainul Budi