Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Universitas Bondowoso Wujudkan Inovasi Irigasi Berkelanjutan dan Mitigasi Banjir

M. Ainul Budi • Jumat, 7 November 2025 | 15:40 WIB
Photo
Photo

RADAR JEMBER - Universitas Bondowoso terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan teknologi tepat guna untuk mendukung ketahanan pangan dan mitigasi bencana di daerah.

Melalui program Kosabangsa tahun 2025, Universitas Bondowoso bersama Universitas Muhammadiyah Jember dan Pemerintah Desa Gunungsari, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, melaksanakan inovasi penyediaan air irigasi berkelanjutan sekaligus pemasangan sensor banjir otomatis di wilayah rawan bencana.

Produktivitas pertanian di Desa Gunungsari selama ini sangat bergantung pada ketersediaan air dari jaringan irigasi. Namun, sistem irigasi di wilayah tersebut sempat terganggu akibat kerusakan bendung dan bangunan pengambilan (intake) yang tidak lagi berfungsi optimal.

Photo
Photo

Kondisi ini diperparah dengan rusaknya saluran irigasi dan hilangnya pintu-pintu pembagi air, sehingga distribusi air ke lahan pertanian tidak merata.

Menanggapi permasalahan tersebut, tim Kosabangsa Universitas Bondowoso melakukan perbaikan dan inovasi infrastruktur irigasi.

Tim merancang serta memasang pintu air intake dan pembagi air menggunakan bahan beton ringan bertulangan galvalum.

“Inovasi ini lebih ekonomis, tahan lama, tidak berkarat, dan dapat diaplikasikan langsung oleh petani,” jelas Ketua Tim Pelaksana Kosabangsa, Rini Purwatingsih.

Saat ini telah terpasang dua pintu air beton pada intake utama dan empat pintu pembagi air pada saluran irigasi sekunder. Dengan penerapan teknologi ini, diharapkan aliran air ke lahan pertanian menjadi lebih efisien dan produktivitas petani meningkat secara signifikan.

Photo
Photo

Selain itu, hasil investigasi lapangan menunjukkan adanya area sawah yang belum memperoleh pasokan air irigasi.

Untuk mengatasi hal tersebut, tim melakukan penyediaan air alternatif melalui pengeboran air tanah, yang diawali dengan uji geolistrik guna memastikan kedalaman dan potensi air bawah tanah.

Dari hasil pengeboran, diperoleh debit air sebesar 2 liter per detik, yang kini dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian seluas 2 hektare.

Tidak hanya itu, program Kosabangsa 2025 juga telah berhasil memasang sensor banjir otomatis di kawasan rawan bencana Desa Gunungsari.

Sensor ini berfungsi mendeteksi peningkatan muka air sungai secara real-time dan mengirimkan peringatan dini kepada warga desa melalui sistem digital berbasis Internet of Things (IoT), termasuk sistim irigasi juga akan dikembangkan dengan  berbasis Internet of Things (IoT) sehingga lebih efisien dalam penggunaan air irigasi.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Kemdiktiristek atas dukungan pendanaan dan kepercayaannya. Semoga kegiatan ini menjadi model kolaborasi perguruan tinggi dalam mewujudkan irigasi modern dan mitigasi bencana berbasis teknologi,” pungkas Rini.

Editor : M. Ainul Budi
#unibo #universitas bondowoso #Maesan #Bondowoso