radarjember.id - Meski tanpa dukungan dana dari pemerintah daerah, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Bondowoso tetap menggelar Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup V Tahun 2025 di GOR Pelita, kemarin (5/11).
Ajang tahunan ini diikuti lebih dari 850 pesilat dari 18 perguruan pencak silat se-Bondowoso.
Ketua IPSI Bondowoso Sunargi menegaskan, kejuaraan kali ini sepenuhnya diselenggarakan secara mandiri oleh IPSI bersama seluruh perguruan pencak silat.
“Tahun ini kami tidak mendapat bantuan karena adanya efisiensi anggaran. Namun kami tetap berkomitmen menyelenggarakannya karena ini bagian dari pembinaan atlet daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, kejuaraan ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter bagi generasi muda.
Melalui nilai-nilai luhur pencak silat, para pesilat diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, disiplin, dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Pencak silat bukan sekadar bela diri, tapi warisan budaya yang mengajarkan keberanian, kejujuran, dan rasa hormat. Nilai-nilai ini harus terus dijaga agar lahir generasi yang berjiwa luhur dan cinta tradisi,” tambahnya.
Sebanyak 18 perguruan ikut berpartisipasi dalam kejuaraan ini, di antaranya PSHT, IKSPI Kera Sakti, PSHW, Pagar Nusa, Tapak Suci, Persinas Asad, Pamur, dan Elang Putih.
Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai TK, SD, SMP hingga SMA, yang berlaga dalam kategori tanding, tunggal, ganda, dan regu.
Panitia juga menyiapkan sistem pengamanan terpadu demi menjaga ketertiban selama pertandingan.
Setiap perguruan menugaskan dua personel keamanan internal, ditambah dukungan aparat dari Polres dan Kodim Bondowoso.
Dengan semangat persaudaraan dan sportivitas, IPSI Bondowoso berharap Bupati Cup V menjadi wadah lahirnya atlet berprestasi sekaligus mempererat hubungan antarperguruan.
“Kami ingin Bondowoso dikenal sebagai kota pencak silat yang damai, berprestasi, dan berkarakter,” pungkasnya. (faq)
Editor : Adeapryanis