radar jember - PESANTREN bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tapi juga menjadi benteng pendidikan karakter bangsa. Tak heran jika lembaga ini kerap dijuluki “bapak negara”, karena perannya yang tak tergantikan dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul.
Hal itu ditegaskan oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, saat menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor dalam pengembangan pondok pesantren.
Menurutnya, pembangunan pesantren adalah tanggung jawab bersama, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah.
“Pesantren itu bagian dari pendidikan dan pembangunan manusia. Maka, pengembangan SDM menjadi tanggung jawab siapa pun yang berada di daerah itu,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Bachtiar itu mengakui, selama ini banyak pesantren yang bertahan dan berkembang secara mandiri, mulai membangun gedung, asrama, hingga fasilitas pendidikan dengan kemampuan sendiri.
Karena itu, ia menilai sudah saatnya pemerintah hadir melalui intervensi program, terutama dalam penguatan sarana dan prasarana.
“Bukan dalam arti mendapat perlakuan khusus, tapi karena kita ingin sama-sama membangun negara ini,” tegasnya.
Ia juga menyinggung besarnya kontribusi pesantren dalam sejarah bangsa. Jauh sebelum Indonesia merdeka, pesantren sudah menjadi pusat perjuangan dan pembinaan moral rakyat. “Kalau mau membangun negara, SDM-nya harus disiapkan. Dan pesantren punya peran besar dalam hal itu,” katanya.
Terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini mulai menyasar pondok pesantren, Sruji menyatakan dukungan penuh.
Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu dinilai sebagai langkah konkret menyiapkan generasi kuat dan cerdas.
“Kalau fisiknya kuat dan gizinya cukup, anak-anak pasti lebih cerdas. Jadi tak ada lagi IQ 78, yang ada 125 ke atas,” ujarnya optimistis sambil tersenyum.
Ia menilai, pembangunan SDM harus dilakukan secara komprehensif dan terukur. Saat ini, negara mulai menunjukkan keseriusannya lewat penguatan di berbagai lini.
“Ada Danantara untuk pendanaan, sekolah rakyat dan sekolah unggulan untuk pendidikan, serta MBG untuk gizi anak-anak. Ini hal luar biasa menurut kami,” pungkasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi