PONDOK pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan baru dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Hal itu disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ishlah, Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan, KH. Toha Yusuf Zakaria, dalam kegiatan Multaqo Ulama Nasional yang dihadiri sekitar 1.500 kiai dari berbagai daerah, kemarin (5/11).
Menurut KH. Toha, pesantren hari ini tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga dapat berperan aktif dalam berbagai bidang pembangunan, termasuk ekonomi, sosial, politik, dan budaya.
“Pesantren itu multifungsi. Kami tidak hanya belajar agama, tapi juga ikut berperan dalam membangun kemandirian bangsa,” ujarnya.
Ia menegaskan, melalui forum multaqo tersebut, para ulama dan tokoh agama sepakat untuk memberikan dukungan penuh terhadap program pemerintah, terutama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
“Kami berharap pesantren, para ulama, tokoh agama, dan cendekia diberikan peran aktif untuk membantu pemerintah, tidak hanya dalam urusan pangan, namun juga di bidang lainnya,” katanya.
Toha menyebut, Multaqo Ulama Nasional menjadi wadah untuk menyatukan langkah dan visi pesantren di seluruh Indonesia.
Forum ini, lanjutnya, diharapkan menjadi embrio terbentuknya kolaborasi kuat antara pesantren dan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. “Ini cara kami mempersatukan pesantren dan para kiai agar bersama-sama membangun negeri,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sejumlah pesantren di Indonesia telah mulai mengembangkan sektor-sektor produktif sebagai bagian dari kontribusi terhadap swasembada pangan.
“Ada pesantren yang sudah berjalan, ada pula yang masih merintis. Di Al-Ishlah sendiri kami telah memiliki lahan pertanian dan peternakan yang dikelola santri,” terang KH. Thoha.
Berbagai unit usaha tersebut meliputi peternakan kambing, ayam, dan lele, serta budidaya padi dan tebu. Menurutnya, langkah itu tidak hanya memperkuat ketahanan pangan lokal, tetapi juga melatih santri agar memiliki kemampuan wirausaha dan kemandirian ekonomi.
“Pesantren harus bisa mandiri, dan dari santri inilah lahir generasi yang kuat dan produktif,” tambahnya.
Dengan semangat kebersamaan yang dibangun dalam Multaqo Ulama Nasional, KH. Thoha optimistis pesantren akan menjadi garda terdepan dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
“Kalau pesantren bersatu, potensi kita sangat besar. Insyaallah, dengan kolaborasi ini, pesantren bisa menjadi lumbung pangan dan penggerak ekonomi rakyat,” pungkasnya. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi