Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Zulkifli Hasan Ungkap Rahasia di Balik Turunnya Harga Pupuk Saat Kunjungannya di Bondowoso

Faqih Humaini • Kamis, 6 November 2025 | 13:05 WIB

MENJELASKAN: Zulhas (tengah) saat jumpa pers bersama awak media, kemarin (5/11).(FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN)
MENJELASKAN: Zulhas (tengah) saat jumpa pers bersama awak media, kemarin (5/11).(FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN)

radarjember.id — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, bawa kabar gembira bagi petani saat berkunjung ke Bondowoso, kemarin.

Ia mengungkap harga pupuk di seluruh Indonesia resmi turun 20 persen bukan karena tambahan subsidi, melainkan hasil reformasi besar-besaran di tubuh BUMN pupuk.

Dalam kunjungan kerja yang dikemas dalam agenda Rembuk Tani di Desa Taman, Kecamatan Bondowoso, Zulhas meninjau kios pupuk UD Jaya Mandiri dan berdialog langsung dengan para petani.

Hadir pula Ketua DPRD, Kejari Bondowoso, Wakil Bupati, Kadis Pertanian, serta perwakilan dari Pupuk Indonesia.

Kehadiran pejabat daerah lokal yang komplit itu semakin menunjukkan kuatnya sinergi lintas lembaga dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Dulu sistemnya cost plus, makin besar biaya, makin besar untung. Tapi akibatnya, pabrik makin boros dan tidak efisien,” ujarnya.

Ia menegaskan, penghematan ini tidak berasal dari pengurangan subsidi, melainkan dari pembenahan manajemen dan efisiensi produksi di internal Pupuk Indonesia.

“Subsidi tetap, tapi anggarannya bisa dihemat. Pabrik lebih sehat, petani lebih untung,” katanya.

Zulhas menargetkan, melalui efisiensi itu, pemerintah bisa membangun satu pabrik pupuk baru setiap tahun tanpa menambah beban APBN.

Langkah tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden untuk menjadikan seluruh BUMN lebih produktif dan berorientasi hasil.

“Semua harus kerja efisien, jangan hanya besar di anggaran tapi kecil di hasil. Kita ubah cara kerja agar setiap rupiah menghasilkan manfaat nyata untuk rakyat,” tegasnya.

Ia juga memaparkan capaian konkret dari kebijakan pangan nasional yang mulai terlihat hasilnya.

Berdasarkan data BPS, Indonesia kini mencatat surplus beras sebesar 4,77 juta ton, berbalik dari posisi beberapa tahun lalu yang masih mengimpor 4,5 juta ton.

“Ini bukti bahwa arah pertanian kita sudah benar. Petani kerja keras, pemerintah benahi sistem, hasilnya nyata,” ujarnya.

Menutup kunjungan, Zulhas menyampaikan optimisme bahwa reformasi BUMN pupuk akan menjadi tonggak baru bagi kemandirian pangan Indonesia.

“Kalau pupuk murah, tersedia, dan efisien, petani semangat, produksi meningkat, dan Indonesia bisa benar-benar mandiri pangan,” pungkasnya. (faq/fid)

Editor : Adeapryanis
#zulkifli hasan #Pupuk Subsidi #Bondowoso