Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Makanan Bergizi Jadi Kunci Lahirkan Generasi Cerdas dan Bangsa Kuat, Ini Kata Menko Bidang Pangan Zulhas  

Faqih Humaini • Rabu, 5 November 2025 | 20:55 WIB

BERJALAN:menko bidang pangan Zulhas (tengah) usai menghadiri multaqa (FAQIH/RJ)
BERJALAN:menko bidang pangan Zulhas (tengah) usai menghadiri multaqa (FAQIH/RJ)

BONDOWOSO, Radar Jember — Pemerintah tengah menggencarkan program penyediaan makanan bergizi untuk 82,9 juta anak Indonesia, termasuk ibu hamil dan balita.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyebut program ini sebagai pondasi utama membangun generasi cerdas dan manusia unggul Indonesia.

Dalam Multaqa Ulama Nasional 1 di Pondok Pesantren Al-Ishlah, Bondowoso, Rabu (5/11/2025), Zulhas memaparkan bahwa kebijakan pangan ini bukan sekadar intervensi sosial, melainkan strategi besar memperkuat daya saing bangsa.

“Kalau anak-anak kurang gizi, IQ-nya hanya 78. Mereka tidak bisa berpikir logis. Indonesia butuh manusia dengan IQ 120 agar bisa bersaing dengan Tiongkok dan Korea Selatan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, rendahnya kecerdasan generasi muda berakar dari pola makan yang tidak seimbang.

“Anak-anak kita mudah mengantuk, gampang sakit, dan kurang konsentrasi karena kekurangan gizi. Kalau gizi baik, otak cerdas, fisik kuat, bangsa pun kuat,” ujarnya.

Program pemberian makanan bergizi, lanjut Zulhas, akan menimbulkan efek berganda yang luas di sektor ekonomi rakyat.

“Kalau 82,9 juta anak makan telur tiap hari, berarti butuh 82,9 juta butir telur. Ibu-ibu peternak ayam laku. Ikan, sayur, buah, nasi—semua bergerak. Ini kebijakan yang bukan hanya sosial, tapi juga ekonomi,” jelasnya disambut tepuk tangan hadirin.

Ia menambahkan, kebijakan ini menjadi bukti bahwa pemerintahan Presiden Prabowo berorientasi pada pembangunan manusia Indonesia secara menyeluruh.

“Bukan hanya infrastruktur, tapi juga human capital. Negara maju karena manusianya kuat dan sehat,” tegasnya.

Zulhas menyebut, pembangunan sumber daya manusia (SDM) harus berjalan seiring dengan penguatan ekonomi rakyat dan pemerataan kesejahteraan.

“Kalau manusianya hebat tapi ekonominya timpang, tetap tidak stabil. Karena itu kita bangun dari desa, dari rakyat kecil,” katanya.

Menurutnya, program bergizi nasional ini merupakan langkah korektif atas kebijakan sebelumnya yang terlalu fokus pada bantuan tunai tanpa pemberdayaan.

“Selama 28 tahun reformasi, bantuan sosial naik terus tapi rakyat belum berdaya. Sekarang saatnya rakyat produktif, bukan sekadar penerima,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa pembangunan manusia cerdas hanya bisa dicapai jika ekonomi kerakyatan tumbuh.

“Kita ingin anak-anak cerdas tapi juga punya peluang usaha di desa sendiri. Itu semangat ekonomi Pancasila,” ujarnya.

Zulhas pun mengajak para ulama dan pesantren untuk mendukung gerakan pangan bergizi nasional.

“Ulama punya peran penting. Mari kita jaga anak-anak Indonesia agar tumbuh sehat, cerdas, dan berakhlak. Kalau manusianya kuat, negara pasti hebat,” pungkasnya. (faq)

Editor : M. Ainul Budi
#zulhas #Pemkab Bondowoso #Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan #menko bidang pangan #Bondowoso