Bondowoso mulai menata arah pembinaan olahraga sejak usia dini.
Mini soccer kini dilirik sebagai wadah baru untuk menempa talenta muda di lapangan hijau.
Hal itu dianggap daya tarik baru yang digarap serius pemerintah daerah.
ILHAM WAHYUDI, Kota Kulon - Radar Ijen
Mini soccer kini jadi olahraga yang lagi naik daun di Bondowoso.
Bukan cuma soal lapangan kecil dan waktu main singkat, tapi karena olahraga ini mulai dilihat sebagai investasi pembinaan atlet sepak bola masa depan.
Plt Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, Andrie Antonio Zola, menyebut mini soccer sebenarnya bukan hal baru, hanya saja kini mulai dikelola lebih serius.
Sehingga hal tersebut, dianggap perlu untuk dilakukan pembinaan serius, untuk menghasilkan pemain potensial.
“Mini soccer ini sudah ada sejak dulu. Tapi baru sekarang wadahnya jelas,” katanya.
Pria yang akrab disapa Zola itu juga mengatakan, dari mini soccer bisa lahir bibit-bibit muda, bahkan tak menutup kemungkinan mereka dapat berkarir di futsal maupun sepak bola profesional.
“Di Eropa, pembinaan atlet itu dimulai sejak kecil. Kalau kita bisa lakukan hal yang sama di Bondowoso, bukan mustahil nanti muncul pemain hebat dari sini,” imbuhnya.
Saat ini, di Bondowoso sudah ada dua lapangan mini soccer representatif, yakni di Lapangan SSB Arseko Kota Kulon dan satu lagi milik Gladiator.
Turnamen pertama bertajuk Mini Soccer Bupati Cup pun digelar sebagai ajang penjajakan awal pembinaan.
“Kalau tahun ini sukses, kita lanjut dengan kompetisi 32 tim. Tujuannya mewadahi anak-anak Bondowoso agar bisa berkembang lewat olahraga,” ujarnya.
Ketua Panitia Turnamen, Ali Firdaus, mengungkapkan antusiasme luar biasa dari sekolah-sekolah.
Dari rencana awal 16 tim, panitia akhirnya membuka slot hingga 20 peserta.
“Pesertanya membludak, banyak yang terpaksa kami tolak karena keterbatasan waktu dan kondisi cuaca. Tapi ini bukti kalau animo mini soccer di Bondowoso sangat tinggi,” katanya.
Turnamen itu disebut sebagai pilot project bagi pengembangan mini soccer di Bondowoso.
Ke depan, Disparbudpora menargetkan bisa menggelar kompetisi penuh dengan lebih banyak peserta dan pembinaan berjenjang.
“Untuk memberikan wadah tentunya. Biasanya kalau ada turnamen begini, ada golden tiket dari sekolah sekolah untuk masuk,” pungkasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi