radarjember.id – Panjangnya antrean kendaraan di penghubung antara Bondowoso dan Situbondo akhirnya tinggal kenangan.
Jembatan Besuk yang menjadi jalur vital lintas Tapal Kuda resmi rampung, membuka jalan lancar tanpa kemacetan panjang di kedua sisi.
Selama ini, pengendara kerap menghadapi kemacetan panjang, kendaraan harus menunggu giliran melewati jembatan sempit atau jalur darurat.
Terutama saat musim liburan atau aktivitas pengangkutan hasil pertanian. Kini, dengan selesainya pembangunan, kondisi itu berubah drastis.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meresmikan langsung jembatan yang menjadi urat nadi ekonomi kawasan Tapal Kuda itu, Sabtu (1/11).
Pembangunan yang dikerjakan Dinas PU Bina Marga Jatim memakan waktu 240 hari, sejak 27 Februari hingga 24 Oktober 2025, dengan anggaran senilai Rp 6,9 miliar.
Jembatan sepanjang 24,6 meter dan lebar 9 meter telah berdiri kokoh, menggantikan struktur lama yang dinilai kritis dan rawan.
“Kelihatannya kecil, tapi perannya besar sekali. Ini konektivitas yang sangat penting, karena di dalamnya ada kepentingan ekonomi, pendidikan, sosial, dan mobilitas masyarakat,” ujar Khofifah.
Kepala Dinas PU Bina Marga Jatim Edy Tambeng Widjaja mengatakan, pembangunan dilakukan setelah survei menunjukkan kondisi jembatan sudah tidak aman untuk lalu lintas berat.
“Ini jalur ekonomi penting, ruas Bondowoso–Situbondo selain Arak-Arak. Perbaikannya memang harus dilakukan segera,” ujarnya.
Selama masa perbaikan, antrean kendaraan kerap mengular panjang, bahkan mencapai lebih dari satu kilometer pada jam sibuk.
Truk pengangkut sayur dan BBM sempat bergantian melintas melalui jalur alternatif yang lebih jauh.
Kini, pemandangan itu tinggal cerita lama.
Lalu lintas kembali lancar, dan waktu tempuh antar kabupaten pun lebih efisien.
“Sekarang lancar sekali. Kalau dulu bisa setengah jam nunggu giliran, sekarang cuma lewat langsung,” kata Abdul Azis, warga sekitar.
Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid juga menyambut rampungnya jembatan itu dengan rasa syukur.
Masyarakat Bondowoso dan Situbondo akhirnya bisa menikmati akses normal lagi.
“Ini memperkuat konektivitas Tapal Kuda,” ujarnya.
Ra Hamid menambahkan, pihaknya tengah mengusulkan agar jalur menuju Kawasan Ijen bisa naik status menjadi jalan nasional.
Karena jalur itu dianggap strategis.
“Kalau jadi jalan nasional, konektivitas Jember, Situbondo, hingga Banyuwangi akan lebih terbuka. Ini penting untuk akses pangan dan pariwisata,” pungkasnya. (ham/fid)
Editor : Adeapryanis