radarjember.id – Menjelang akhir 2025, geliat pembangunan infrastruktur jalan di Bondowoso kian terasa.
Di sejumlah titik, aspal baru masih tercium segar, menjadi tanda kerja keras Pemkab lewat Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK).
Plt Kepala BSBK Bondowoso Ansori menyebut, progres pembangunan jalan tahun ini nyaris tuntas seratus persen.
Khususnya untuk pembangunan yang dianggarkan melalui APBD awal. “Hanya tinggal menunggu pencairan,” katanya.
Dari total 116 paket proyek jalan yang dibiayai APBD 2025, hampir semuanya terselesaikan.
Sementara sepuluh paket tambahan yang sempat tertunda kini mulai dikebut.
Penundaan itu terjadi karena adanya kebijakan efisiensi anggaran dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan.
“Jadi memang sempat molor. Tapi minggu ini semua sudah naik progresnya,” ujarnya.
Totalnya, sekitar 25 kilometer jalan baru telah dikerjakan tahun ini.
Itu mencakup 21 kilometer dari APBD murni dan empat kilometer dari kegiatan pemeliharaan rutin.
Namun BSBK belum mau berpuas diri. Mereka kini masih menunggu kabar baik dari pusat, Inpres Jalan Daerah (IJD) yang diajukan lewat Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) “Ada dua koridor yang kami ajukan, yaitu Karanganyar–Locare dan Prajekan–Cermee, total 11 kilometer,” ungkapnya.
Jika IJD turun, jalan-jalan penghubung utama itu akan makin mulus dan mempercepat konektivitas antar wilayah di Bondowoso.
Sementara itu, untuk P-APBD, BSBK juga menyiapkan 62 ruas jalan tambahan dengan panjang sekitar 10 kilometer.
Meski begitu, angka itu masih bisa berubah sesuai hasil survei di lapangan.
“Tergantung tingkat kerusakan. Kalau harus sekalian bahu jalan, otomatis panjangnya bisa berkurang,” imbuhnya.
Ia menegaskan, meski waktu pelaksanaan tergolong singkat, pihaknya optimistis pekerjaan akan selesai sebelum tahun anggaran berakhir.
“Pimpinan kami, baik Pak Bupati, Pak Sekda, maupun Ketua DPRD, ingin percepatan. Jadi kami kejar target secepat mungkin,” pungkasnya. (ham/fid)
Editor : Adeapryanis