KADEMANGAN, Radar Ijen - Puluhan lukisan dengan berbagai teknik itu, terpajang rapi dalam sebuah ruangan di Kelurahan Kademangan, Bondowoso, kemarin (29/10) malam.
Di depannya terdapat sejumlah remaja yang mondar mandir, sesekali mereka mengabadikan momen dengan lukisan itu menggunakan kamera ponselnya.
Pameran drawing bertajuk “Tarik Garis” itu, diinisiasi oleh K5 Art Project. Hampir semua lukisan yang dipamerkan adalah karya anak sekolah.
Awalnya hanya diperuntukan untuk tingkat SMA, namun gelaran tersebut menarik minat dari siswa SMP bahkan siswa SD. Pameran tersebut akan berlangsung selama satu pekan mendatang.
Perwakilan Rupa SMADA, Fadiyah Tasya mengatakan ada belasan pelajar dari berbagai daerah yang mengirimkan lukisannya. Secara keseluruhan ada puluhan karya yang dipajang sedemikian rupa.
“Pesertanya ada yang dari Bondowoso, Jember bahkan Mojokerto,” kata perempuan yang menjabat sebagai ketua panitia itu.
Menurutnya para peserta membawa sejumlah karyanya, sesuai dengan tema yang sudah ditentukan yakni Tarik Garis.
Dengan pameran itu, dia berharap para perupa muda di Jatim bisa lebih mengembangkan kemampuannya, serta memiliki wadah khusus untuk menyalurkan karyanya.
“Banyak banget anak yang punya potensi di seni rupa. Cuma, gak banyak yang mampu menyalurkannya,” imbuhnya.
Sementara itu, Anggota K5 Art Project Yudi Hariyanto menjelaskan, Tarik Garis dipilih sebagai tema pameran drawing, karena menurutnya drawing merupakan kumpulan dari banyak garis, media yang diaplikasikan adalah media kering.
“Tekniknya harus mengarsir, dari mengarsir ini garis yang kami mainkan,” tuturnya.
Dikonfirmasi terkait pesertanya yang menyasar kalangan pemuda atau siswa. Dia mengatakan, ada berbagai alasan yang melatarbelakangi hal itu. Diantaranya upaya untuk memberikan wadah kepada para perupa muda di Jatim.
Menurutnya anak muda di Jatim dianggap memiliki potensi besar dalam dunia seni rupa.
“Ada tiga karya disini, hasil dari siswa SD,” ungkapnya.
Alasan lainnya adalah sebagai bentuk upaya regenerasi para pelaku seni rupa. Yudi menilai dunia seni membutuhkan sentuhan anak muda, sehingga terus muncul inspirasi atau terobosan baru dalam dunia seni. Sehingga pameran itu, dianggap sebagai sarana pembinaan bagi perupa muda. “Tanpa regenerasi kami (pelukis, red) mati,” pungkasnya. (ham)
Editor : M. Ainul Budi