BONDOWOSO, Radar Jember - Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memaksimalkan pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk pembangunan infrastruktur.
Tahun ini, Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi (BSBK) memfokuskan rehabilitasi jalan di kawasan MT Haryono, Kelurahan Badean, Kecamatan Bondowoso, sebagai salah satu titik prioritas.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas BSBK Bondowoso, Ansori, menjelaskan bahwa ruas jalan tersebut termasuk jalur padat kendaraan dengan tonase tinggi karena berada di sekitar area industri rokok.
Kondisi jalan sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada sisi barat yang sering dilalui truk pengangkut barang.
“Banyak bagian jalan yang berlubang, bergelombang, dan amblas di salah satu lajur. Karena itu, kami lakukan perbaikan untuk menjamin keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.
Pekerjaan dilakukan dalam bentuk rehabilitasi berkala dengan panjang sekitar 230 meter dan lebar 3 meter di satu lajur.
Proses pengerjaan dimulai dengan pengerukan sedalam 80 sentimeter, kemudian dilakukan pengurukan kembali dan pelapisan beton agar lebih kuat menahan beban kendaraan berat.
“Anggaran yang digunakan berasal dari DBHCHT tahun 2025 sebesar Rp800 juta,” terang Ansori.
Ia menambahkan, pemilihan titik pengerjaan di Jalan MT Haryono didasarkan pada keberadaan gudang produksi rokok di kawasan tersebut.
Hal ini sesuai dengan ketentuan penggunaan DBHCHT yang memang dapat dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur pendukung industri hasil tembakau.
“Data lokasi kami peroleh dari Diskoperindag Bondowoso, agar penyaluran DBHCHT tetap tepat sasaran dan sesuai regulasi,” jelasnya.
Menurut Ansori, proyek ini juga merupakan bagian dari misi Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid dalam program infrastruktur tuntas (rantas), yang menargetkan peningkatan konektivitas dan kenyamanan jalan, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan.
“Dengan infrastruktur yang baik, arus mobilitas masyarakat akan lebih lancar, aktivitas ekonomi meningkat, dan wajah kota Bondowoso makin tertata,” pungkasnya. (faq)
Editor : M. Ainul Budi