radarjember.id - Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Bondowoso. Hujan deras disertai angin kencang menerjang dua desa, kemarin (26/10) sore.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, sejumlah fasilitas dan rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan.
Atap rumah warga ambruk.
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso Kristianto membenarkan kejadian tersebut.
Ia mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima Pusdalops BPBD sekitar pukul 15.45 WIB, angin kencang menyebabkan pohon tumbang di beberapa titik.
Seperti yang terjadi di Desa Kejayan di Kecamatan Pujer dan Desa Ardisaeng di Kecamatan Pakem, “Begitu menerima laporan, tim reaksi cepat langsung kami kerahkan ke lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan awal,” ujarnya.
Di Desa Kejayan satu rumah milik warga bernama Ahmad Junaidi rusak sedang akibat tertimpa pohon tumbang.
Selain itu, sebuah gudang ikan milik Sukarto juga mengalami rusak ringan.
Sementara di Desa Ardisaeng, satu pohon tumbang menutup akses jalan desa dan menimpa kabel listrik PLN hingga sempat menimbulkan percikan api.
“Petugas segera berkoordinasi dengan PLN dan aparat setempat untuk mengamankan lokasi agar tidak menimbulkan bahaya lebih lanjut,” kata Kristianto.
Ia menambahkan, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan masyarakat langsung melakukan evakuasi pohon tumbang dan pembersihan material di lokasi kejadian.
Menurutnya, hingga pukul 17.53 WIB seluruh proses evakuasi telah selesai dilakukan.
“Akses jalan di Desa Ardisaeng kini sudah bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi secara umum di wilayah terdampak sudah aman dan terkendali,” jelasnya.
Kristianto juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.
“Musim pancaroba masih berlangsung, potensi hujan deras dan angin kencang bisa terjadi sewaktu-waktu,” pungkasnya. (faq/fid)
Editor : Adeapryanis