Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Solidaritas Ratusan Santri Bondowoso Jaga Marwah Pesantren dan Kiai, Terus Kawal Sampai Tuntas Boikot Trans7

Ilham Wahyudi • Kamis, 16 Oktober 2025 | 22:26 WIB

 

JAGA MARWAH: Ratusan santri di Bondowoso turut menyuarakan pertanggung jawaban atas framing negatif dari Trans7 beberapa waktu lalu. Mereka menggelar aksi demo di Alun-alun Bondowoso.
JAGA MARWAH: Ratusan santri di Bondowoso turut menyuarakan pertanggung jawaban atas framing negatif dari Trans7 beberapa waktu lalu. Mereka menggelar aksi demo di Alun-alun Bondowoso.

DABASAH, Radar Ijen - Ratusan santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Bondowoso turun ke jalan, Rabu (15/10/2025).

Mereka menggelar aksi damai di depan Monumen Gerbong Maut, sebagai bentuk protes terhadap tayangan di stasiun televisi Trans7 yang dinilai melecehkan martabat kiai dan santri.

Aksi itu berlangsung khidmat namun penuh semangat.

Para santri mengenakan sarung dan peci, membawa poster dengan berbagai tuntutan. Salah satunya

“Bela Kiai Sampai Mati” dan “Boikot Trans7, saya siap korban harta dan nyawa”.

Kegiatan diawali dengan doa bersama untuk para ulama dan syuhada, dilanjutkan dengan orasi berapi-api dari sejumlah perwakilan pondok pesantren.

Dalam orasinya, para santri menilai tayangan Trans7 telah menampilkan konten yang mencoreng citra pesantren, bahkan menyudutkan sosok kiai sebagai figur moral bangsa.

Selain tuntutan permintaan maaf, massa juga mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) agar menjatuhkan sanksi tegas, bahkan mencabut izin siar Trans7, jika terbukti melanggar etika penyiaran dan norma keagamaan.

“Kami akan terus mengawal perkara ini hingga tuntas,” kata Abdul Kholik, korlap aksi.

Dia menilai, tayangan tersebut dianggap bukan karya jurnalistik.

Bahkan, sumber gambar yang ditampilkan juga dipertanyakan. Diduga potongan video tersebut asal comot, sehingga berpotensi melanggar undang-undang hak cipta.

“Setelah kami amati, video itu sama sekali bukan karya jurnalistik,” imbuh alumni PP Zainul Hasan Genggong Probolinggo itu.

Aksi damai itu juga diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan bersama.

Isinya, seruan untuk menjaga kehormatan pesantren dan mendorong media agar lebih bijak menayangkan konten yang menyangkut agama dan simbol keulamaan.

Selama aksi berlangsung, situasi di sekitar Monumen Gerbong Maut terpantau kondusif.

Polres Bondowoso bersama Satpol PP ikut mengawal jalannya kegiatan hingga usai menjelang siang. Para santri pun membubarkan diri dengan tertib setelah menyanyikan Sholawat Asyghil dan menyerukan pesan damai. (ham/bud)

Editor : M. Ainul Budi
#trans7 #santri #Pesantren #kiai #boikot #Bondowoso