Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Oknum Guru Diduga Lecehkan Murid yang Duduk Dibangkus MTS, Begini Kronoginya

Ilham Wahyudi • Senin, 13 Oktober 2025 | 19:02 WIB

BEJAT: Seorang siswa sekolah menengah pertama menjadi korban pelecehan seksual oleh gurunya sendiri di sekolah. (ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)
BEJAT: Seorang siswa sekolah menengah pertama menjadi korban pelecehan seksual oleh gurunya sendiri di sekolah. (ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)

radarjember.id – Sudah lebih dari sepekan, siswi itu enggan kembali ke sekolah.

Pandangannya kosong setiap kali mendengar azan dari surau dekat rumahnya.

Ia pernah duduk di dalam musholla itu, bukan untuk mengaji, tapi saat seorang guru yang dihormatinya diduga melakukan perbuatan tak senonoh.

Trauma itu membungkamnya selama berhari-hari.

Hingga suatu malam, ia menangis di rumah tetangganya.

Dari sanalah kisah kelam itu terkuak dan sampai ke telinga keluarganya.

Kini, kasus itu sedang diselidiki polisi.

Pihak keluarga berharap keadilan ditegakkan, dan sekolah memastikan lingkungan belajar benar-benar aman bagi anak-anak.

Dunia pendidikan di Bondowoso kembali tercoreng. Seorang siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) diduga menjadi korban pelecehan oleh oknum guru berinisial S.

Ironisnya, perbuatan itu disebut-sebut dilakukan di tempat yang seharusnya suci, yakni musholla sekolah.

Kasus ini mencuat setelah korban yang masih belia akhirnya berani bercerita pada tetangganya.

Sebelumnya, selama berhari-hari, ia tampak murung dan enggan berangkat ke sekolah.

Trauma membuatnya diam — hingga akhirnya sang tetangga yang iba melaporkan ke keluarga.

Dari sanalah orang tua korban, melalui kuasa hukumnya Nurul Jamal Habaib, melapor ke Polres Bondowoso pada Jumat (10/10) malam.

“Iya, semalam saya laporkan,” ujar Habaib saat dikonfirmasi.

Menurutnya, kejadian itu sebenarnya sudah terjadi pada 2 Oktober 2025 lalu, namun baru dilaporkan delapan hari kemudian karena korban masih ketakutan.

“Anaknya takut, jadi baru berani cerita pada tetangganya,” jelasnya.

Dugaan pelecehan bermula saat guru S memanggil korban ke musholla dengan alasan ada keperluan.

Tanpa curiga, korban menuruti. Namun di tempat itulah, pelaku diduga melakukan tindakan tak pantas.

Usai kejadian, korban hanya bisa diam. Ketakutan dan rasa malu membuatnya menutup rapat peristiwa yang dialami.

Kasi Humas Polres Bondowoso Iptu Bobby Dwi Siswanto membenarkan adanya laporan dugaan pelecehan tersebut. Saat ini, kasus sedang dalam tahap penyelidikan dan penyidikan (lidik-sidik).

“Benar, laporan sudah masuk. Saat ini masih proses lidik dan sidik, termasuk memintai keterangan saksi dan korban,” pungkasnya. (ham/fid)

 

 

 

Oknum Guru Diduga Lecehkan Murid

DABASAH, Radar Ijen – Sudah lebih dari sepekan, siswi itu enggan kembali ke sekolah. Pandangannya kosong setiap kali mendengar azan dari surau dekat rumahnya. Ia pernah duduk di dalam musholla itu, bukan untuk mengaji, tapi saat seorang guru yang dihormatinya diduga melakukan perbuatan tak senonoh.

Trauma itu membungkamnya selama berhari-hari. Hingga suatu malam, ia menangis di rumah tetangganya. Dari sanalah kisah kelam itu terkuak dan sampai ke telinga keluarganya. Kini, kasus itu sedang diselidiki polisi. Pihak keluarga berharap keadilan ditegakkan, dan sekolah memastikan lingkungan belajar benar-benar aman bagi anak-anak.

Dunia pendidikan di Bondowoso kembali tercoreng. Seorang siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) diduga menjadi korban pelecehan oleh oknum guru berinisial S. Ironisnya, perbuatan itu disebut-sebut dilakukan di tempat yang seharusnya suci, yakni musholla sekolah.

Kasus ini mencuat setelah korban yang masih belia akhirnya berani bercerita pada tetangganya. Sebelumnya, selama berhari-hari, ia tampak murung dan enggan berangkat ke sekolah. Trauma membuatnya diam — hingga akhirnya sang tetangga yang iba melaporkan ke keluarga.

Dari sanalah orang tua korban, melalui kuasa hukumnya Nurul Jamal Habaib, melapor ke Polres Bondowoso pada Jumat (10/10) malam. “Iya, semalam saya laporkan,” ujar Habaib saat dikonfirmasi.

Menurutnya, kejadian itu sebenarnya sudah terjadi pada 2 Oktober 2025 lalu, namun baru dilaporkan delapan hari kemudian karena korban masih ketakutan. “Anaknya takut, jadi baru berani cerita pada tetangganya,” jelasnya.

Dugaan pelecehan bermula saat guru S memanggil korban ke musholla dengan alasan ada keperluan. Tanpa curiga, korban menuruti. Namun di tempat itulah, pelaku diduga melakukan tindakan tak pantas. Usai kejadian, korban hanya bisa diam. Ketakutan dan rasa malu membuatnya menutup rapat peristiwa yang dialami.

Kasi Humas Polres Bondowoso Iptu Bobby Dwi Siswanto membenarkan adanya laporan dugaan pelecehan tersebut. Saat ini, kasus sedang dalam tahap penyelidikan dan penyidikan (lidik-sidik). “Benar, laporan sudah masuk. Saat ini masih proses lidik dan sidik, termasuk memintai keterangan saksi dan korban,” pungkasnya. (ham/fid)

 

 

Editor : Adeapryanis
#dilecehkan #siswa #pelecehan seksual #Bondowoso #mts