TENGGARANG, Radar Ijen - Pemkab Bondowoso berencana mengaktifkan kembali Pasar Selolembu sebagai bagian dari upaya mewujudkan daerah tersebut menjadi lumbung ternak.
Reaktivasi pasar ini juga menjadi tindak lanjut dari arahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar fasilitas publik yang telah dibangun dengan dana besar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi, mengatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Pemkab untuk mendorong peningkatan produksi sektor peternakan dan perikanan di daerah.
“Kita ingin Bondowoso ke depan menjadi lumbung ternak. Indikatornya jelas, yaitu meningkatnya produksi peternakan dan perikanan,” ujarnya.
Ia menegaskan, reaktivasi Pasar Selolembu tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Peternakan dan Perikanan semata, melainkan melibatkan lintas sektor.
Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi (BSBK) serta Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) juga akan berperan dalam mendukung akses dan tata kelola pasar.
“Ini bukan hanya urusan satu dinas, tapi kerja bersama seluruh elemen Pemkab,” imbuhnya.
Terkait isu pemindahan aktivitas pedagang dari Pasar Selasaan ke Pasar Selolembu, Fathur menegaskan bahwa pemerintah tidak sedang berbicara soal pemindahan, melainkan penataan. “Sosialisasi kepada pedagang itu wajib. Ini bukan soal memindah barang, tapi bagaimana menata agar pemanfaatannya lebih optimal,” tegasnya.
Menurutnya, dalam setiap proses pembangunan tentu ada dinamika sosial dan perbedaan pandangan di masyarakat.
Namun, Pemkab menilai langkah reaktivasi ini sebagai niat baik untuk memaksimalkan aset daerah yang selama ini belum dimanfaatkan.
“Pro kontra pasti ada, tapi prinsipnya bagaimana bangunan yang sudah dibangun dengan anggaran besar bisa memberi manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Bondowoso, Hendri Widotono, menyatakan bahwa pihaknya akan membentuk tim khusus untuk mengkaji langkah reaktivasi pasar.
“Kami akan mengidentifikasi dan meninjau langsung ke lokasi. Arahan dari Pak Sekda jelas, kita tidak bisa bekerja sendiri, harus dengan konsep super tim,” katanya.
Hendri menambahkan, nantinya seluruh aspek teknis akan dibahas secara menyeluruh bersama instansi terkait, termasuk perencanaan akses jalan dan penataan lokasi.
“Reaktivasi nanti dilakukan secara komprehensif. Memang awalnya mungkin ada penyesuaian, tapi lama-kelamaan masyarakat akan terbiasa. Yang penting, semua dijalankan dengan koordinasi dan perencanaan matang,” pungkasnya. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi