Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Cara Cepat Damkar Bondowoso Tangani Serangan Ulat Bulu di Sekolah, Gunakan Pestisida Semprot Sarang Ulat

Ilham Wahyudi • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 01:55 WIB
Photo
Photo

radar jember - TIGA bulan terakhir, ruang belajar di SDN Dabasah 4 Bondowoso berubah seperti “hutan mini” yang diserbu ulat bulu.

Setelah berbagai cara tak mempan, akhirnya Damkar ikut turun tangan memerangi makhluk kecil yang bikin gatal seisi sekolah.

Suasana belajar yang semestinya riuh dengan tawa anak-anak, mendadak berubah tegang di SD Negeri Dabasah 4, Bondowoso.

Sejumlah sudut sekolah tampak dipenuhi ulat bulu yang menempel di batang pohon.

Gangguan kecil ini ternyata sudah berlangsung tiga bulan lamanya, hingga membuat pihak sekolah menyerah dan meminta bantuan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Bondowoso.

Pagi itu, Kamis (9/10), petugas Damkar datang membawa tangki semprot dan cairan pestisida. Mereka bergerak cepat menelusuri setiap sudut halaman sekolah, menyisir batang pohon, bahkan sela-sela genteng tempat ulat biasa bersarang.

“Setelah kami amati, memang ada beberapa pohon yang menjadi tempat ulat bulu berkembang. Bahkan saat petugas melakukan pengecekan, ada yang merasakan efek gatal dan panas juga,” ujar Martanto, Kasi pemberdayaan masyarakat Damkar Bondowoso.

Menurutnya, penyemprotan dilakukan menggunakan pestisida khusus dengan kadar yang telah diturunkan.

Tujuannya agar aman bagi tanaman namun tetap efektif membasmi ulat, inang dan telurnya.

“Aromanya memang cukup menyengat, tapi kami harapkan hasilnya maksimal,” tambahnya.

Sebelumnya, pihak sekolah sudah melakukan berbagai cara, dari membakar sarang, membersihkan daun, hingga menyemprot manual, namun ulat seolah tak habis-habis.

Kepala SDN Dabasah 4, Sri Muna, bahkan sempat kewalahan karena serangan ulat membuat beberapa siswa mengalami gatal-gatal di sekujur tubuh.

Damkar menilai, serangan ini bisa jadi akibat siklus alami dan lingkungan sekolah yang rindang, sesuai statusnya sebagai sekolah Adiwiyata.

Karena itu, selain penyemprotan, pihak sekolah juga diminta memangkas dahan pohon yang terlalu rimbun dan membersihkan benalu yang bisa menjadi tempat ulat berkembang biak.

Martanto menegaskan, agar hasilnya tuntas, penyemprotan sebaiknya dilakukan rutin seminggu sekali, terutama saat siswa libur.

“Jangan hanya satu kali, nanti ulatnya pindah pohon. Harus diputus siklus hidupnya,” tegasnya.

Kini, harapan besar bertumpu pada penyemprotan Damkar. Warga sekolah berharap ulat-ulat itu benar-benar sirna, agar ruang belajar bisa kembali dipenuhi suara tawa anak-anak, bukan desis gatal dan keluhan dari murid yang terus menggaruk tangan. (ham)

 

Editor : M. Ainul Budi
#ulat bulu #Damkar #Bondowoso