Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

BPBD Bondowoso Rencanakan Lakukan Asesmen Hingga Pemasangan EWS

Ilham Wahyudi • Selasa, 7 Oktober 2025 | 16:12 WIB

DIPANTAU: Salah seorang warga bersama petugas BPBD Bondowoso melihat monitor yang memperlihat kejadian gempa di seluruh Indonesia.(ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)
DIPANTAU: Salah seorang warga bersama petugas BPBD Bondowoso melihat monitor yang memperlihat kejadian gempa di seluruh Indonesia.(ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)

radarjember.id - Adanya rumah hingga sekolah di Bondowoso, akibat terdampak guncangan Gempa beberapa waktu lalu.

Membuat Pemkab Bondowoso berencana melakukan pemeriksaan, terhadap sejumlah bangunan pemerintah.

Serta memasang alat sistem peringatan dini bencana atau early warning system (EWS).

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, mengingatkan bahwa Bondowoso menjadi salah satu daerah, yang berpotensi terdampak bencana Megathrust.

Selain bencana lain, seperti angin kencang dan banjir yang masih mengintai.

Fasilitator BPBD Provinsi Jawa Timur, Indar Siswoyo, menerangkan memang  cuaca ekstrem seperti angin kencang memang perlu diwaspadai di Bondowoso.

Termasuk tanah longsor dan banjir. 

Namun begitu, pihaknya juga mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana geologi seperti gempa bumi.

Karena Bondowoso termasuk wilayah yang dilalui Megathrust.

"Meski di Bondowoso tidak ada potensi Tsunami, tetapi potensi gempa ini harus juga kita antisipasi," terangnya.

Melihat banyaknya potensi bencana yang dapat terjadi di Bumi Ki Ronggo, Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso Fathur Rosi menilai, Kota Tape masih membuatkan EWS untuk mendeteksi bencana sejak dini.

Serta melakukan antisipasi kerusakan bangunan hingga antisipasi adanya korban jiwa. “Ini yang perlu kami lakukan kedepan,” katanya.

Selain itu, dia mengaku akan melakukan audit atau pemeriksaan terhadap bangunan bangunan pemerintah, yang digunakan untuk pelayanan publik. 

Untuk memastikan kelayakan bangunan tersebut, serta memastikan nilai ekonomis, waktu ketahanan, hingga mengetahui informasi lain yang dibutuhkan.

“Ini sebagai bentuk antisipasi yang akan kami lakukan kedepan,” tuturnya.

Diketahui, empat ruangan di SDN Kota Kulon 2 Bondowoso mengalami kerusakan, akibat terdampak gempa 6,5 SR yang berpusat di Sumenep beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu, dua rumah juga rusak parah.

Sementata gempa yang sebelumnya terjadi di Pulau Bali, membuat sejumlah rumah dan bangunan sekolah rusak. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian mencapai jutaan rupiah. (ham/fid)

 

Editor : Adeapryanis
#ews #BPBD Bondowoso