Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Rencana Reaktivasi Jalur Jember Panarukan, Dishub Bondowoso Sebut Sudah Berikan Usulan Sejak 2015

Faqih Humaini • Senin, 6 Oktober 2025 | 17:35 WIB
HARUS BERSIAP: Salah satu bangunan warung yang berada di atas rel kereta Bondowoso. Bila nantinya reaktivasi jalur kereta akan aktif lagi, seluruh bangunan di atas tanah PT KAI tentu wajib steril.
HARUS BERSIAP: Salah satu bangunan warung yang berada di atas rel kereta Bondowoso. Bila nantinya reaktivasi jalur kereta akan aktif lagi, seluruh bangunan di atas tanah PT KAI tentu wajib steril.

radar jember - KEPALA Seksi Fasilitasi Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Bondowoso, Bayu Aji Prabowo, mengungkapkan bahwa langkah menuju reaktivasi ini telah ditempuh bertahap selama hampir satu dekade.

“Sejak 2015 kami sudah mengusulkan reaktivasi jalur ini dengan tujuan pariwisata. Kemudian pada 2016 ditindaklanjuti dengan menjadikan stasiun Bondowoso sebagai museum,” ujarnya.

Menurut Bayu, momentum besar terjadi pada tahun 2022 ketika Dinas Perhubungan Bondowoso resmi berdiri sebagai dinas mandiri.

Pada tahun itu pula, pihaknya menerima kunjungan konsultan dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan yang melakukan studi kelayakan terhadap jalur kereta nonaktif di Jawa Timur.

“Dari tujuh jalur yang dikaji, hasilnya jalur Kalisat–Bondowoso–Panarukan menempati peringkat pertama sebagai yang paling layak dihidupkan kembali,” jelasnya.

Hasil studi tersebut menjadi dasar kuat bagi pemerintah daerah untuk terus mendorong komunikasi dan koordinasi dengan Balai Perkeretaapian.

Setiap tahun, kata Bayu, pihaknya selalu melakukan pertemuan dan pembaruan informasi terkait tindak lanjut reaktivasi.

“Kami terus berkoordinasi agar proses ini tidak berhenti di tengah jalan,” tuturnya.

Pada 2024, Dishub Bondowoso kembali menerima kabar menggembirakan. Jalur Kalisat–Bondowoso–Panarukan resmi masuk dalam dokumen Rencana Induk Perkeretaapian Nasional yang memuat rencana pembangunan hingga tahun 2030.

“Informasinya, pendataan sudah rampung dan pembangunan akan dilakukan secara bertahap,” ungkapnya.

Bayu menjelaskan, tahap awal yang akan dilakukan meliputi sosialisasi kepada masyarakat, penertiban lahan, hingga penyusunan dokumen teknis seperti Detail Engineering Design (DED), Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), dan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin).

“Kalau dari prediksi kami, tahapan awal ini akan dimulai dengan sosialisasi, baru setelah itu penertiban dan perencanaan teknis,” katanya. (faq/bud)

Editor : M. Ainul Budi
#Jalur #reaktivasi #Kereta #Bondowoso