KOTA KULON, Radar Ijen - Dua tenda raksasa itu terpasang dengan gagah di halaman SDN Kota Kulon 2 Bondowoso.
Di bawahnya ada seratus lebih siswa yang sedang mengikuti kegiatan pembelajaran.
Aktivitas itu dilakukan, pasca kelas mereka rusak akibat gempa 6,5 SR di Sumenep beberapa hari lalu. Khawatir terjadi hal tak diinginkan, sekolah memutuskan untuk melakukan pembelajaran di luar ruangan.
Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, tampak kegelisahan dari wajah mereka. Maklum saja, lokasi sekolah yang berada di pinggir jalan raya, membuat suara bising kendaraan yang lalu lalang terdengar jelas.
Sehingga siswa kesulitan untuk berkonsentrasi.
Ditambah sinar matahari yang membuat mereka kepanasan.
Hal tak nyaman tersebut, diungkapkan oleh Rifki Safir salah seorang siswa kelas IV SDN Kota Kulon 2 Bondowoso. Menurutnya, belajar dibawah tenda kurang nyaman.
Selain panas, bisingnya kendaraan yang melintas membuat mereka tak bisa fokus.
“Gak nyaman, pengen cepat belajar di kelas lagi,” ucapnya sembari menyeka keringat di dahinya.
Kepala Sekolah SDN Kota Kulon 2 Bondowoso, Andik Widartiningsih mengatakan, siswa yang belajar di bawah tenda darurat adalah siswa dari kelas 3, 4, 5, 6. Sementara kelas 1 belajar di Mushalla dan kelas 2 di ruang kelas yang tak terdampak.
Mereka tampak belajar menggunakan alat belajar, berupa menjadi lipat dari rumah masing-masing.
Sementara siswa yang belum memiliki, masih dihitung untuk diberikan pinjaman oleh sekolah.
“Kami dapat bantuan dari bapak sekda, untuk membeli meja lipat,” katanya.
Widarti juga mengungkapkan, para siswa akan melakukan ujian tengah semester mulai 13 Oktober mendatang.
Meski demikian, dalam beberapa hari kedepan, pembelajaran akan tetap dilakukan secara langsung di bawah tenda darurat.
“Pembelajaran tetap kami lakukan di pagi hari semua. Tentu dengan pengawasan semua guru,” tegasnya.
Dia berharap pembelajaran yang dilakukan dalam keadaan darurat, diharapkan tidak mempengaruhi prestasi dari para siswa.
Selain itu, dia berharap perbaikan dapat segera dilakukan. Sehingga pembelajaran dapat kembali berjalan normal.
“Dijanjikan sama Sekda dan Bupati, perbaikan akan menggunakan data BTT,” pungkasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi