Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Siswa Terpaksa Belajar di Musala, Dampak Gempa 6,5 SR Sumenep yang ada di Bondowoso

Ilham Wahyudi • Rabu, 1 Oktober 2025 | 23:22 WIB

 

RUSAK: TRC BPBD Bondowoso melihat kerusakan bangunan di SDN Kotakulon 2, dampak gempa 6,5 SR di Sumenep. (ILHAM/RJ)
RUSAK: TRC BPBD Bondowoso melihat kerusakan bangunan di SDN Kotakulon 2, dampak gempa 6,5 SR di Sumenep. (ILHAM/RJ)
 

KOTA KULON, Radar Ijen - Pagi itu, suasana di SD Negeri Kotakulon 2 Bondowoso tidak seperti biasanya. Musala kecil yang biasanya dipakai salat dhuha, kini dipenuhi suara anak-anak membaca buku pelajaran.

Di sudut lain, parkiran motor berubah menjadi ruang kelas darurat.

Gempa magnitudo 6,5 SR yang mengguncang Sumenep, Selasa malam (30/9), meninggalkan luka nyata di sekolah ini. Plafon ambrol, dinding retak, hingga atap galvalum penyok.

Kerusakan terparah terjadi di lantai dua, tepat di ruang kelas 4, 5, 6, dan ruang UKS.

“Yang di bawah retak berderet. Ada ruang TIK, kantin, dan ruang kepala sekolah,” tutur Andik Widartiningsih, Kepala SDN Kotakulon 2 Bondowoso. 

Kini, sebanyak 95 siswa terpaksa belajar di tempat darurat. Tiga puluh satu anak kelas 4 menempati mushollah, 30 siswa kelas 5 di parkiran, sementara 34 siswa kelas 6 bertahan di ruang TIK yang kondisinya juga rawan.

“Sebenarnya riskan ya belajar di ruang TIK. Tapi tetap saya pakai, agar pembelajaran tak terganggu. Jam belajarnya sementara saya potong,” katanya.

Di tengah tempat darurat itu, anak-anak tetap menyalin tulisan di papan, meski papan tulis mereka kini hanya selembar whiteboard kecil. Suara bacaan pelajaran bercampur dengan deru kendaraan dari jalan raya.

Mereka belajar dengan waswas, tapi tetap bersemangat. Sebuah pemandangan yang menunjukkan, meski gempa mengguncang bangunan, semangat belajar anak-anak SDN Kotakulon 2 tidak ikut runtuh.

Bukan hanya bangunan yang rusak.

Beberapa perangkat elektronik baru, seperti smart board, proyektor, dan LCD permanen yang dipasang Juni lalu, tertimpa plafon.

Hingga kini belum dicek, takut semakin rusak jika dipindahkan.

Orang tua siswa pun diliputi kecemasan.

Beberapa memilih menunggui anak-anaknya saat belajar. Trauma gempa susulan masih membekas.

“Kami berharap ada tenda darurat dari BPBD agar anak-anak bisa belajar dengan tenang,” imbuhnya.

Koordinator Lapangan TRC BPBD Bondowoso, David Tri Kurniadi, langsung turun tangan.Mereka langsung bergerak melakukan asesmen ke sekolah. Untuk melihat kerusakan dan kebutuhan di sekolah tersebut. “langsung akan kita koordinasikan bantuan tenda darurat untuk belajar mengajar,” jelasnya.

Selain sekolah, gempa juga membuat dua rumah warga di Desa Mengen dan Desa Tegalampel retak dan rusak. “Informasi yang masuk ke kami ada 2 rumah terdampak. Kita cek dulu ini,” pungkasnya. (ham/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#siswa #sumenep #Gempa #Bondowoso