Larangan pendakian Gunung Piramid ternyata tak menyurutkan nyali sejumlah remaja. Namun nekatnya mereka justru berujung petaka. Seorang pelajar Bondowoso hampir meregang nyawa karena dehidrasi, setelah ditinggal rombongan temannya di jalur belakang gunung.
ILHAM WAHYUDI, Curahdami - Radar Ijen
Pendakian ilegal kembali terjadi di Gunung Piramid, Bondowoso.
Kali ini nyaris menelan korban jiwa. Seorang pelajar, Muhammad Kamal Arjuna Islamah, warga Desa Petung, Kecamatan Curahdami, ditemukan dalam kondisi lemas, pucat, dan demam pasca mengalami dehidrasi, tak hanya itu dia juga ditinggal rombongannya.
Informasi yang dihimpun, Kamal bersama lima hingga tujuh rekannya melakukan pendakian pada Minggu (27/9) pagi sekitar pukul 06.00 WIB.
Mereka nekat naik lewat jalur belakang tanpa izin orang tua maupun pengelola.
Padahal, pendakian di Piramid sudah resmi ditutup sejak Mei lalu usai insiden pendaki meninggal dunia.
Di tengah perjalanan menuju pos 2, kondisi Kamal memburuk. Ia mengalami dehidrasi parah, kelelahan, hingga demam tinggi.
Alih-alih menolong, teman-temannya justru meninggalkannya. Kamal pun berusaha turun sendiri, namun hanya mampu bertahan hingga jalur pos 1.
Beruntung, sekitar pukul 13.30 WIB, rombongan komunitas trail yang dipimpin Kepala Desa Selolembu, menemukan Kamal tergeletak lemas.
“Anaknya sudah pucat dan tidak punya tenaga. Untung segera ketemu,” ujar Guruh Purnama, Plt Camat Curahdami.
Tanpa pikir panjang, para rider trail itu langsung mengevakuasi Kamal dengan motor secara bergantian menuju Puskesmas terdekat. Sesampainya di sana, ia langsung mendapatkan perawatan intensif. “Alhamdulillah, saat ini kondisinya sudah stabil,” imbuhnya.
Guruh menegaskan, pendakian ke Piramid masih ditutup karena jalurnya rawan.
Sejak kejadian bulan Mei lalu, seorang pelajar dari Jember meninggal dunia, pasca terjatuh di Gunung Saeng.
“Statusnya sangat berbahaya. Sudah ada surat edaran Perhutani yang melarang pendakian,” tegasnya.
Meski begitu, pengawasan masih lemah lantaran tak ada portal fisik yang menutup jalur. Hanya imbauan dan tulisan larangan yang dipasang di beberapa titik.
Alhasil, masih banyak remaja yang nekat mendaki secara ilegal.
Melihat banyaknya, pendaki illegal yang melakukan pendakian di Gunung Piramid, Dia menegaskan memperketat edukasi sekaligus pengawasan.
“Intinya pendakian tetap dilarang sampai ada edaran baru terkait keselamatan,” pungkasnya. (bud)
Editor : M. Ainul Budi