Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Baru 19 CCTV yang Terpasang di Wilayah Bondowoso, Dishub Sebut Masih Kekurangan 243 Unit

Faqih Humaini • Selasa, 30 September 2025 | 20:18 WIB
MEMANTAU: Petugas Dishub Bondowoso saat memperlihatkan titik CCTV salah satu traffic light wilayah kota. (YUNITA SETYOWATI)
MEMANTAU: Petugas Dishub Bondowoso saat memperlihatkan titik CCTV salah satu traffic light wilayah kota. (YUNITA SETYOWATI)

BLINDUNGAN, Radar Ijen – Keberadaan kamera pengawas (CCTV) di Kabupaten Bondowoso ternyata masih jauh dari kebutuhan ideal.

Hingga 2023, Dinas Perhubungan (Dishub) setempat baru berhasil membangun 19 titik CCTV yang tersebar di 15 lokasi strategis. Sebagian besar terpasang di persimpangan jalan dengan traffic light di kawasan perkotaan.

Kepala Bidang Teknik Prasarana Dishub Bondowoso, Achmad Syaihu Arif, menyebutkan, CCTV memiliki peran penting dalam pemantauan lalu lintas maupun keamanan masyarakat.

Selain membantu mendeteksi pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan, rekaman kamera juga sering dijadikan bukti tindak kriminal.

"Kebutuhan akan adanya CCTV sangat penting, dan itu sangat bermanfaat bagi masyarakat," katanya.

Ia mencontohkan kasus pencurian yang marak terjadi pada Juli 2025.

Dalam satu bulan saja, tercatat empat kasus pencurian sepeda motor dan satu kasus pencurian mobil.

“CCTV itu sangat diperlukan, seperti kejadian kemarin. Pencurian motor empat kali dalam sebulan, ditambah satu kali pencurian mobil. Bukti pencurian itu dapat dilihat melalui CCTV,” ujarnya.

Berdasarkan kajian teknis, kebutuhan CCTV di Bondowoso mencapai 262 unit yang harus dipasang di 69 titik lokasi strategis. Artinya, saat ini masih terdapat kekurangan sebanyak 243 unit.

Jumlah tersebut menjadi standar minimal agar sistem pengawasan bisa berjalan optimal.

Pihak Dishub menegaskan, pengembangan CCTV tidak cukup hanya dengan menambah titik pemasangan. Kualitas kamera, jaringan, serta integrasi sistem juga perlu ditingkatkan.

Idealnya, sistem CCTV terhubung dengan pusat kendali dan dapat diakses oleh sejumlah instansi, mulai Dishub, Polres, Satpol PP, DLH, BPBD, Dinas Koperindag, hingga Dinas Kominfo.

Selain itu, dukungan masyarakat juga dinilai penting. Dishub berharap warga ikut menjaga infrastruktur CCTV yang sudah terpasang agar keberadaannya benar-benar bermanfaat, bukan sekadar menjadi pajangan.

“Harapannya, CCTV ini dapat dibangun sesuai rencana yang telah dirinci. Itu standar minimal. Semakin banyak CCTV terpasang, tentu semakin baik untuk keamanan dan ketertiban di Bondowoso,” pungkasnya. (faq/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#CCTV #DISHUB #Bondowoso