TANGSIL WETAN, Radar Ijen – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini merambah ke pondok pesantren di Bondowoso.
Dua pesantren besar, Ponpes Manbaul Ulum di Desa Tangsil Wetan, Kecamatan Wonosari, dan Ponpes Al Islah di Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan, resmi mendirikan dapur sehat atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ponpes Manbaul Ulum, milik mantan bupati Bondowoso periode 2018–2024, Salwa Arifin bahkan sudah sebelas hari lebih rutin membagikan menu bergizi untuk para santrinya.
Sementara Ponpes Al Islah baru memulai distribusi kemarin (15/9).
“Ponpes di Bondowoso cukup banyak, tapi pendobrak pertama MBG ya Ponpes Manbaul Ulum,” kata Letkol Arh Achmad Yani, Dandim 0822 Bondowoso.
Menariknya, dapur SPPG tidak hanya menyuplai menu bergizi untuk ribuan santri, tapi juga menjangkau sekolah-sekolah sekitar dengan radius hingga 4 kilometer.
“Harapannya dominan penerima manfaat di pesantren, tapi bisa merangkul sekolah sekitar sesuai kapasitas,” imbuhnya.
Kepala SMKS Manbaul Ulum, Hairul Baqi menyebut, total penerima manfaat di pesantrennya mencapai 3.218 jiwa.
Terdiri dari 1.693 santri tingkat PAUD, MTs, SMA, dan SMK, ditambah siswa dari empat desa sekitar, mulai dari Tangsil Wetan, Traktakan, Lombok Kulon, dan Jumpong.
Ia menjelaskan ketentuan porsi menu tetap sama seperti dapur SPPG lainnya.
Misalnya, anak PAUD dan kelas 1–3 SD mendapat porsi berbeda dengan siswa SMP atau SMA.
“Ketentuannya sama, sudah ada panduannya,” jelasnya.
Dampaknya langsung terasa. Kehadiran siswa di sekolah meningkat sejak adanya distribusi makan bergizi gratis.
“Jadi ini pemantik kehadiran anak-anak, karena mereka merasa diperhatikan,” ucapnya.
Dengan hadirnya dua SPPG baru di pesantren, jumlah total dapur gizi di Bondowoso kini sudah mencapai 13 titik.
Pemerintah berharap tren ini terus berkembang agar makin banyak anak yang merasakan manfaat MBG. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi