radarjember.id – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan aktivitas Gunung Raung masih berada pada Level II atau Waspada.
Laporan terbaru periode 16 hingga 31 Agustus 2025 menegaskan tidak ada peningkatan signifikan yang mengarah ke erupsi, namun masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bahaya gas vulkanik dan hujan abu.
Gunung Raung terpantau mengeluarkan asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang setinggi 50–400 meter dari puncak.
Cuaca di sekitar gunung dilaporkan bervariasi dari cerah hingga hujan dengan suhu udara mencapai 39 derajat Celsius.
Pengamatan visual juga tidak menemukan adanya aktivitas erupsi yang menghasilkan material batuan.
Pengamatan instrumental mencatat 363 kali gempa hembusan, 94 kali gempa tektonik lokal, 94 kali gempa tektonik jauh, serta 16 kali gempa tremor menerus dengan amplitudo dominan 0,5 milimeter.
Data ini menunjukkan dominasi aktivitas permukaan akibat pelepasan gas, meski tanpa indikasi pergerakan magma menuju permukaan.
Selain aktivitas vulkanik, Badan Geologi juga mencatat peningkatan gempa tektonik lokal yang diperkirakan berkaitan dengan aktivitas sesar di antara Gunung Raung dan Gunung Pendil.
Namun, kejadian ini tidak memengaruhi kondisi vulkanik Gunung Raung secara signifikan.
Hasil pengamatan GNSS menunjukkan pola inflasi atau penggembungan tubuh gunung di sektor timur–timur laut, meski belum ada indikasi peningkatan energi yang berbahaya.
Grafik energi gempa (RSAM) dan frekuensi dominan tremor menerus juga menunjukkan pola stabil hingga akhir Agustus.
Kepala BPBD Bondowoso, Sigit Purnomo, menegaskan pihaknya terus memantau laporan resmi dan berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Raung.
“Kami minta masyarakat tetap tenang, tidak panik, dan mematuhi larangan beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah. Saat musim hujan nanti, kewaspadaan juga harus ditingkatkan terhadap potensi banjir lahar di daerah aliran sungai,” ujarnya.
Sigit juga mengingatkan pemerintah desa untuk aktif menyosialisasikan informasi kebencanaan dan menyiapkan jalur evakuasi.
“Kami bersama relawan desa tangguh bencana terus siaga, karena meski status masih Waspada, Gunung Raung dikenal aktif. Lebih baik kita antisipasi sejak dini,” pungkasnya. (faq/fid)
Editor : Adeapryanis