Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Cabor Woodball Bondowoso Berharap Lapangan Khusus, Pencak Silat Keluhkan Keterbatasan Alat

Redaksi Radar Jember • Selasa, 9 September 2025 | 14:45 WIB

 

LATIHAN RUTIN: Sejumlah atlet woodball Bondowoso ketika berlatih di lapangan terbuka beberapa waktu lalu. Mereka belum memiliki lapangan khusus dan sementara meminjam lapangan desa.
LATIHAN RUTIN: Sejumlah atlet woodball Bondowoso ketika berlatih di lapangan terbuka beberapa waktu lalu. Mereka belum memiliki lapangan khusus dan sementara meminjam lapangan desa.

radar jember - KETUA Cabor Woodball Bondowoso, Deni Kurniawan Efendi, menjelaskan bahwa sejak awal berdiri jumlah pengurus hanya 20 orang dengan 30 atlet.

Kini, jumlah itu bertambah menjadi 25 pengurus dan 38 atlet.

"Saat ini kami masih berpindah-pindah, meminjam lapangan sepak bola desa,” ujar Deni.

Menurutnya, support anggaran dari Pemkab mereka manfaatkan untuk biaya operasional mengikuti event-event yang ada.

Keterbatasan fasilitas dan dana tak menyurutkan semangat atlet woodball Bondowoso.

"Pertama kali cabor woodball mengikuti event Porprov jatim di lumajang kami meraih perunggu," ungkapnya.

"Harapan kami untuk berikutnya Woodball mempunyai lapangan khusus sehingga latihan atlet terfokus," pungkas Deni.

Senada dengan Wooball. IPSI Bondowoso pun sama mengeluhkan soal sarpras. Ketua IPSI Bondowoso, Sunargi menyebut, cabornya malah menggunakan peralatan lama.

“Untuk matras pertandingan saja masih menggunakan yang dibeli sekitar tahun 2014–2015. Jumlahnya juga terbatas, hanya satu hingga dua set,” ungkapnya.

Menurutnya, sarpras untuk Pencak Silat masih jauh dari kata ideal. Sunargi menambahkan, kebutuhan utama dalam pertandingan bukan hanya matras, tetapi juga teknologi pendukung seperti sistem scoring IT.

Menurutnya, beberapa daerah lain sudah memiliki sistem ini sehingga hasil pertandingan bisa langsung tampil di layar.

“Bondowoso belum punya, karena anggaran yang tersedia kecil. Dana harus dibagi ke 30 cabang olahraga lain,” jelasnya.

Keterbatasan fasilitas tersebut membuat IPSI Bondowoso kerap menghadapi kendala ketika menggelar kejuaraan.

Dengan hanya memiliki dua gelanggang pertandingan, penyelenggaraan event sering kali harus dibatasi waktu.

“Idealnya minimal ada tiga gelanggang agar bisa mengadakan kejuaraan tingkat Jawa Timur. Tapi kondisi saat ini belum memungkinkan,” ujar Sunargi.

Tidak hanya itu, perlengkapan penting seperti body protector dan pelindung lainnya juga sangat terbatas.

Menurut Sunargi, alat tersebut rata-rata hanya bertahan satu hingga dua tahun, sementara kebutuhan atlet dari usia dini hingga dewasa terus meningkat.

“Kalau body protector dan pelindung lain cepat habis, apalagi untuk kategori remaja dan dewasa yang intensitas latihannya tinggi,” tambahnya. (mmg3/mmg1/bud)

Editor : M. Ainul Budi
#Bondowoso