DABASAH, Radar Ijen – Puluhan polisi berseragam lengkap dengan alat pelindung diri (APD) berbaris rapat di halaman Mapolres Bondowoso, Kamis (4/9).
Mereka bukan sedang bersiap demo, tapi berlatih menghadapi kemungkinan aksi massa yang berujung ricuh.
Dipimpin langsung Kapolres Bondowoso AKBP Harto Agung Cahyono, satu kompi anggota diturunkan untuk simulasi pengamanan unjuk rasa.
Mulai dari formasi negosiasi hingga skenario terburuk, yakni pelemparan batu bahkan bom molotov.
“Kami akan terus melatih kesiapsiagaan anggota khususnya di Polres Bondowoso,” tegas Harto.
Latihan ini melibatkan pleton Dalmas awal hingga lanjutan.
Mereka digembleng agar tanggap saat menghadapi massa yang tak lagi bisa dikendalikan negosiator.
Polisi diajari bertahan ketika dihujani tendangan atau lemparan benda keras.
Menurut Harto, latihan bukan sekadar rutinitas. Tujuannya meminimalisir jatuhnya korban, baik dari masyarakat maupun aparat.
“Pertahanan itu penting. Jangan sampai benda-benda yang dilempar tembus ke barisan. Naluri anggota harus terlatih,” jelas kapolres asal Pamekasan itu.
Pengamanan ekstra ini bukan tanpa alasan. Beberapa waktu terakhir, eskalasi aksi massa di sejumlah daerah meningkat.
Polres Bondowoso pun kerap mengirim bantuan pasukan ke Jember hingga Surabaya.
“Semua anggota pulang dalam kondisi selamat,” tambahnya.
Latihan semacam ini bakal digelar berkala. Polisi Bondowoso dipastikan siap mengamankan wilayah, sekaligus jika sewaktu-waktu diminta perkuat operasi di luar daerah.
Diketahui, beberapa waktu lalu anggota Polres Bondowoso diminta ikut membantu pengamanan di luar daerah. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi