Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

MIRISNYA Lapangan Stadion Magenda Bondowoso, Milik Pemkab Tapi Rumput Tak Terawat, Kering Hingga Banyak Kerikil

Ilham Wahyudi • Senin, 1 September 2025 | 17:10 WIB

GARIS LAPANGAN PAKAI KAPUR: Garis lapangan Stadion Magenda bukan memakai cat warna putih seperti lapangan sepakbola pada umumnya. Melainkan menggunakan taburan kapur.
GARIS LAPANGAN PAKAI KAPUR: Garis lapangan Stadion Magenda bukan memakai cat warna putih seperti lapangan sepakbola pada umumnya. Melainkan menggunakan taburan kapur.
 

BADEAN, Radar Ijen - Pemain sepakbola di Bondowoso, hanya bisa pasrah dengan berbagai fasilitas yang mereka dapatkan.

Salah satunya lapangan, Stadion Magenda yang diharapkan dapat menjadi tempat mereka berlatih dengan nyaman. Justru jauh dari kata layak.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, rumput lapangan yang masih masuk dalam aset Pemkab Bondowoso itu seharusnya berwarna hijau.

Kini, berubah menjadi coklat menguning, bahkan sejumlah bagian lapangan tak ditumbuhi rumput.

Selain itu, garis lapangan yang seharusnya menggunakan cat, di Stadion Magenda diubah menggunakan kapur, sehingga tak tahan lama.

Hal tersebut mendapat tanggapan serius, dari salah seorang pelatih klub sepakbola di Bondowoso, Fikri.

Menurutnya dengan kondisi lapangan stadion Magenda saat ini. Butuh rumput dengan kualitas baik, sehingga lapangan dapat digunakan dengan baik oleh para pemain di Bumi Ki Ronggo.

“Butuh rumput yang berkualitas,” ujarnya.

Kondisi lapangan, juga membuat pemain rentan mengalami cedera saat bermain. Apalagi batu kerikil banyak dijumpai di tempat tersebut.

Tak hanya itu, kondisi lapangan juga keras, sehingga membuat pemain kurang nyaman.

“Terasa panas ke sepatu karena lapangan atos dan keras,” imbuhnya.

Hal tersebut dianggap membahayakan bagi para pemain, sehingga dia berharap ada perhatian lebih terhadap kondisi lapangan stadion satu-satunya di Kota Tape itu.

Apalagi sejumlah event sepakbola juga dapat berlangsung di stadion yang ada di Kelurahan Badean itu.

Dia juga membenarkan, garis lapangan yang seharusnya menggunakan cat, diubah menggunakan kapur dalam event tertentu.

Sehingga tak bisa bertahan lama, bahkan bisa langsung memudar ketika terkena air.

“Kalau pakai cat pada umumnya, pasti tidak bisa karena lebih banyak tanah daripada rumputnya, apalagi musim kemarau,” terangnya. (ham/bud)

Editor : M. Ainul Budi
#lapangan #stadion #Bondowoso