Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dari Trotoar hingga Guiding Block, Beragam Penunjang KKS Terus Dikebut Pemkab Bondowoso

Faqih Humaini • Senin, 1 September 2025 | 13:53 WIB

MASIH BAGUS: Kondisi trotoar disabilitas yang berada di jalan Letnan Amir Kusman yang masih bagus.(FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN)
MASIH BAGUS: Kondisi trotoar disabilitas yang berada di jalan Letnan Amir Kusman yang masih bagus.(FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN)

radarjember.id – Pemerintah Bondowoso tetap berupaya  dalam mewujudkan lingkungan yang ramah bagi semua kalangan.

Melalui Dinas Binamarga Sumberdaya Air dan Bina Konstruksi (BSBK), berbagai pembangunan infrastruktur kini diarahkan agar lebih inklusif, terutama untuk mendukung mobilitas penyandang disabilitas.

Sekretaris Dinas BSBK Bondowoso, Ansori, menegaskan bahwa pembangunan tersebut merupakan bagian dari tatanan kedua dalam program Kabupaten/Kota Sehat (KKS) yang berfokus pada penyediaan sarana publik. 

Ia menyebut, komitmen pemerintah daerah tidak hanya pada ketersediaan infrastruktur dasar, namun juga memastikan aksesibilitas yang adil bagi seluruh warga.

“Bondowoso ingin menjadi kota yang ramah bagi semua. Itu sebabnya pembangunan trotoar, guiding block, dan fasilitas pendukung lainnya kami rancang agar bisa digunakan masyarakat disabilitas. Ini adalah langkah nyata mendukung inklusivitas,” ujarnya, kemarin(29/8).

Beberapa ruas jalan yang menjadi prioritas pembangunan di antaranya Jalan KIS Mangunsarkoro, Brigpol Sudarlan, Amir Kusman, DI Panjaitan, Mangli Wetan–Padasan, hingga Jalan RE Martadinata.

Seluruhnya telah dilengkapi dengan fasilitas ramah disabilitas mulai guiding block, trotoar rata dan lebar, hingga rambu lalu lintas yang lebih mudah dipahami.

Ansori menambahkan, fasilitas itu bukan sekadar pelengkap, tetapi sebuah kebutuhan dasar agar penyandang disabilitas dapat merasakan kenyamanan dan keamanan dalam beraktivitas.

“Ke depan, kami terus lakukan evaluasi agar fasilitas yang dibangun benar-benar bermanfaat dan sesuai kebutuhan di lapangan,” tegasnya.

Program peningkatan fasilitas publik ramah disabilitas ini sekaligus menjadi bukti bahwa KKS tidak hanya menyangkut aspek kesehatan semata, tetapi juga mencakup pembangunan lingkungan yang sehat, nyaman, dan inklusif.

Sinergi lintas dinas, lembaga, serta partisipasi masyarakat menjadi kunci utama keberlanjutan program ini.

Dengan langkah yang konsisten, Bondowoso diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam menghadirkan pembangunan yang berkeadilan.

“Kami ingin masyarakat percaya bahwa pembangunan tidak boleh meninggalkan siapa pun, termasuk penyandang disabilitas,” pungkasnya. (faq/fid)

Editor : Adeapryanis
#Pemkab Bondowoso #ramah disabilitas #KSK #Bondowoso