Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Eks ODGJ di Bondowoso Ini Berani Tampil dalam Pentas Drama Perjuangan di Halaman Kantor Kecamatan Curahdami

Ilham Wahyudi • Rabu, 27 Agustus 2025 | 17:52 WIB
CIAMIK: Salah seorang eks ODGJ menjadi pemeran dalam drama perjuangan di Kecamatan Curahdami.
CIAMIK: Salah seorang eks ODGJ menjadi pemeran dalam drama perjuangan di Kecamatan Curahdami.

BONDOWOSO – Radar Ijen - Riuh tepuk tangan penonton, mengiringi penampilan eks ODGJ di Bondowoso. Dalam drama perjuangan bertajuk Selendang Sutra, di Kecamatan Curahdami beberapa hari lalu.

Meski sering dipandang minor, jika dilatih dengan baik, mereka dapat menampilkan kemampuan ciamik.

Drama tersebut mengisahkan tokoh Komandan yang berjuang melawan penjajah, dibumbui kisah cintanya dengan Siti, sang gadis berselendang sutra.

Namun, yang membuat penonton terkesima bukan hanya jalan cerita, melainkan para pemainnya.

Hampir seluruh pemeran adalah eks orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Total ada 15 eks ODGJ yang terlibat, berasal dari Curahdami, Bondowoso, hingga Tenggarang. Mereka memerankan tokoh utama, menjadi musisi kentrung, hingga menyanyi secara langsung.

Salah satunya bahkan pernah menjadi penyanyi, sehingga dipercaya membawakan dua lagu: Selendang Sutra dan Rindu Lukisan.

“Awalnya dia tidak mau menyanyi. Tapi setelah saya dampingi, akhirnya berani tampil,” ujar Junaidi, Ketua Grup Apresiasi Seni (GAS) Bondowoso.

Proses persiapan berlangsung selama sebulan dengan latihan 2–3 kali sepekan. Tantangan pun tak sedikit.

Saat latihan, ada pemain yang tiba-tiba membawa celurit, ada yang seharusnya memasang mimik sedih justru tertawa, bahkan ada yang mendadak pulang untuk minum obat.

“Kalau sudah terlihat tatapan kosong, biasanya langsung saya hentikan latihan. Pernah juga ada yang tiba-tiba buka baju dan minta jadi raja. Saya kasih rokok, baru mau tenang,” kenang Jun sambil tersenyum.

Untuk mengantisipasi pemain lupa dialog atau keluar dari alur, GAS menurunkan anggota pendamping di setiap adegan.

Mereka bertugas memberi pancingan dialog agar cerita tetap berjalan.

“Kadang adegan seharusnya tegang, malah ada yang menari sambil bawa pistol. Untung anak-anak GAS bisa improvisasi,” jelasnya.

Dalam pementasan itu, para eks ODGJ hanya mendapat peran protagonis. Sedangkan tokoh antagonis dipercayakan kepada anggota GAS.

“Ini namanya terapeutik casting. Kalau mereka temperamen, justru diberi peran baik, agar bisa melatih emosi dan membangun kepercayaan diri,” imbuhnya.

Pentas Selendang Sutra ini menjadi bukti bahwa eks ODGJ juga bisa berkarya di panggung seni. Mereka tidak boleh diremehkan.

“Dengan berkesenian, mereka bisa kembali percaya diri dan berdaya, sama seperti manusia normal,” pungkasnya. (ham/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#ODGJ #Bondowoso