Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Cerita Pelaku UMKM Bondowoso Ini Terus Pasarkan Produk Andalannya, Bangga Produk Lokal

Redaksi Radar Jember • Selasa, 26 Agustus 2025 | 20:17 WIB
MENDUNIA: salah satu  produk kopi bondowoso yang di pamerkan dalam gelaran festival dewi cemara beberapa hari yang lalu.
MENDUNIA: salah satu produk kopi bondowoso yang di pamerkan dalam gelaran festival dewi cemara beberapa hari yang lalu.

Bondowoso tak hanya menjadi surga wisata alam. Tapi, produk asli Bondowoso juga tak kalah menariknya.

Selain Kopi, produk unggulan asli buatan UMKM pun kini terus menjamur. Pegiat UMKM pun sudah berlomba-lomba menawarkan produknya kepada masyarakat.

Jawa Pos Radar Ijen mengulas cerita beberapa pelaku UMKM dalam memasarkan produk andalannya. 

Bondowoso dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi unggulan di Jawa Timur.

Dari lereng Raung, Ijen, hingga Argopuro, kopi Bondowoso memiliki pasar yang berbeda-beda.

Namun di balik geliat industri kopi ini, para pelaku usaha menilai masih ada tantangan dalam hal dukungan. Salah satunya support dari Pemkab.

Seperti cerita dari Krisna Divathallah Aryasatria. Pemilik Nala Coffeeroastery di bawah naungan Cafe Bunga Pelita, salah satu Cafe yang menggunakan Kopi dari Bondowoso sebagai bintang utamanya.

Dia mengungkapkan bahwa bantuan dari pemerintah sebenarnya sudah ada, terutama berupa alat roasting, pemanggang, hingga peralatan pasca panen.

“Bantuan itu ada, tapi belum semua bisa dirasakan, Harusnya lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Di sisi lain, pemasaran kopi Bondowoso mulai menunjukkan perkembangan positif.

Cafe Bunga Pelita misalnya, sudah aktif mengikuti berbagai festival, seperti Festival Muharram, Kopi Nusantara, hingga acara yang digelar Bank Indonesia di Jember, guna memperkenalkan kopi Asli Bondowoso.

Tak hanya itu, wisatawan dari berbagai kota kerap membeli kopi Bondowoso untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh khas.

Kualitas kopi Bondowoso sebenarnya sangat menjanjikan, terutama dari kawasan lereng Argopuro.

Pada pasca panen yang mulai menggunakan metode baru membuat kopi ini semakin dilirik konsumen luar daerah.

Masih menurut Krisna, sedangkan dukungan Pemkab seharusnya disertai dengan pendampingan berkelanjutan yang mendalam agar para petani dan pelaku usaha kopi bisa meningkatkan keterampilan.

Meski sudah cukup dikenal, kopi Bondowoso masih menghadapi tantangan untuk bisa masuk ke jaringan kafe-kafe besar. Hal itu disebabkan adanya standar mutu yang sangat ketat.

“Kita harus berani menentukan standar kualitas kopi sendiri, jangan hanya menjual dengan harga tinggi tapi kualitas belum sesuai. Kalau kualitas bisa naik level, saya yakin kita bisa bersaing dengan daerah lain,” tegasnya

Ia juga mengapresiasi upaya pemerintah yang sudah mulai memperkenalkan kopi Bondowoso melalui berbagai festival.

Ia percaya jika dukungan terus diarahkan dengan tepat, kopi Bondowoso bisa punya standar kualitas hingga mampu menembus pasar nasional ataupun hingga ke internasional

Harapan besar muncul dari para pelaku kopi di Bondowoso. Mereka ingin dalam beberapa tahun ke depan.

Dengan dukungan yang tepat, standar kualitas yang konsisten, serta inovasi pasca panen yang terus berkembang, kopi Bondowoso diyakini bisa menjadi salah satu ikon kebanggaan daerah yang mendunia. (mmg3/bud)

Editor : M. Ainul Budi
#Kopi #Bondowoso