KADEMANGAN, Radar Ijen – Suasana mencekam menyelimuti salah satu sekolah menengah pertama di Bondowoso, Kamis siang (21/8).
Aktivitas belajar mengajar mendadak berubah jadi kepanikan. Seorang siswa kelas VII, berinisial MD (13), terkapar setelah diduga ditusuk dengan cutter oleh temannya sendiri.
Kejadian itu membuat guru dan pihak sekolah bergegas menolong. MD segera dilarikan ke Puskesmas Grujugan, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD dr. Koesnadi.
Di rumah sakit rujukan terbesar di Bondowoso itu, MD langsung ditangani tim medis untuk persiapan operasi.
“Pasien saat ini telah ditangani. Kita terima rujukan dari Puskesmas Grujugan sudah dalam kondisi relatif stabil,” terang dr Lukman Hakim, Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD dr H Koesnadi.
Kabar penusukan siswa SMP ini cepat menyebar ke masyarakat. Satreskrim Polres Bondowoso bergerak cepat mengamankan pelaku yang juga masih di bawah umur.
“Pelaku saat ini sedang kami amankan. Untuk kami lanjutkan ke penyelidikan,” kata Ipda Bobby Dwi Siswanto, Kasi Humas Polres Bondowoso.
Meski membenarkan bahwa kejadian itu terjadi di lingkungan sekolah, polisi belum membeberkan secara detail kronologi awal.
Hingga kini, motif dan pemicu peristiwa tersebut masih dalam pendalaman penyidik.
Tragedi ini tidak hanya melukai fisik korban, tapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga.
Sementara itu, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso langsung turun tangan.
“Untuk penanganannya, kami serahkan pada Unit PPA Polres Bondowoso,” jelas Kepala Dinsos P3AKB, Anisatul Hamidah.
Informasi yang dihimpun Radar Ijen menyebut, penusukan itu terjadi dengan benda tajam berupa cutter.
Luka di perut MD cukup serius, membuatnya harus menjalani operasi. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi