Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

HEBOH! Warga di Bondowoso Ini Pasang Bendera One Piece di Pagar Rumahnya, Langsung Didatangi Anggota TNI?

Ilham Wahyudi • Selasa, 12 Agustus 2025 | 23:28 WIB
PROTES: Dokter sekaligus ASN di Bondowoso melakukan protes terhadap negara dengan memasang bendera one piece di rumahnya.
PROTES: Dokter sekaligus ASN di Bondowoso melakukan protes terhadap negara dengan memasang bendera one piece di rumahnya.

DABASAH, Radar Ijen - Rumah seorang dokter sekaligus Aparatur Sipil Negara (ASN) di Bondowoso jadi sorotan. Bukan karena pelayanan pasien, tapi gara-gara bendera One Piece terpajang di lantai dua rumahnya.

Dua anggota TNI pun sempat datang, bukan untuk periksa kesehatan, melainkan mengklarifikasi maksud sang dokter.

Pemandangan tak biasa terjadi di sebuah rumah mewah di Kecamatan Bondowoso.

Bukan karena tamu penting atau acara besar, melainkan karena berkibarnya bendera bajak laut ala One Piece di lantai dua rumah milik seorang dokter Aparatur Sipil Negara (ASN).

Tak butuh waktu lama, dua anggota TNI pun mendatangi rumah dokter spesialis penyakit dalam tersebut.

Bukan untuk pemeriksaan kesehatan, melainkan mengklarifikasi maksud pemasangan bendera yang tengah viral di media sosial.

Pemilik rumah dr Yusdeni Lanasakti, membagikan video kedatangan anggota TNI itu di akun TikTok pribadinya.

Hingga berita ini ditulis, video tersebut sudah ditonton 241,4 ribu kali dan dibanjiri 1.200 komentar.

 Ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen, dr Yusdeni menegaskan, pemasangan bendera One Piece bukanlah tanpa sengaja. Sejak 1 Agustus 2025 ia sudah memasang bendera merah putih di bagian rumahnya.

Sehari kemudian, ia menempelkan bendera One Piece berukuran 80x120 cm di pagar lantai dua rumahnya.

"Saya pasang bendera itu setelah saya pasang bendera merah putih. Bahkan tidak saya kibarkan, saya hanya tempel dan dipasang di pagar," katanya.

Dokter yang juga dikenal sebagai penggagas Komunitas Makelar Akhirat ini mengaku bendera tersebut adalah bentuk protes pada negara.

Dengan berbagai kondisi yang terjadi saat ini, mulai dari pajak yang dianggap merugikan masyarakat.

"Pajak itu mencekik rakyat. Dimana-mana dipajak. Itu yang saya ingin protes," tegasnya.

Menurutnya, berbagai indikator menunjukkan kondisi bangsa sedang tidak sehat. Mulai dari persoalan pajak, hukum, hingga ekonomi.

Sebagai relawan kemanusiaan, ia mengaku merasakan langsung kesulitan warga.

Uniknya, Yusdeni justru mengaku bukan penggemar anime One Piece. Baru setelah viral, ia mencari tahu dan memahami makna bendera yang dipasangnya itu.

"Justru karena rame-rame itu akhirnya saya tahu. Oh ternyata, One Piece ceritanya begini," tuturnya.

Pantauan di lapangan, bendera One Piece itu masih terpasang berdampingan dengan bendera merah putih di rumahnya.

Sementara sehari sebelumnya, terlihat pula mobil pengangkut kopi dari Kecamatan Ijen memasang bendera serupa dan menarik perhatian warga. (ham)

Editor : M. Ainul Budi
#TNI #Bendera One Peace #One Piece #Bondowoso