Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Gara-gara Antrean Panjang BBM, Sejumlah Siswa di Bondowoso Memilih Tak Masuk Sekolah, Polisi Bagikan Air Mineral Gratis

Ilham Wahyudi • Rabu, 30 Juli 2025 | 13:10 WIB
BAGI AIR MINERAL: Petugas kepolisian ketika membagikan air mineral gratis kepada pengendara roda dua yang antre di sekitar SPBU Nangkaan Bondowoso
BAGI AIR MINERAL: Petugas kepolisian ketika membagikan air mineral gratis kepada pengendara roda dua yang antre di sekitar SPBU Nangkaan Bondowoso

radar jember - Antrian yang mengular di sejumlah SPBU di Bondowoso, akibat keterlambatan pengiriman BBM. Berdampak pada berbagai sektor, termasuk dunia pendidikan.

Sejumlah siswa diketahui terlambat, bahkan memutuskan untuk tidak masuk sekolah. Akibat kesulitan untuk mendapatkan bahan bakar untuk kendaraan mereka.

Ketua Forum Persatuan Honorer Bondowoso yang mengajar di SMP N 1 Tlogosari, Siti Maltufa menyebut beberapa siswa di sekolahnya izin tidak masuk sekolah.

Alasannya, orang tua tak ada bensin untuk mengantar ke sekolah.

Di setiap jenjang kelas ada 3 hingga 6 orang yang ijin tak masuk sekolah.

"Ada yang ijin group itu orang tua tak bisa mengantar bensinnya tak ada," katanya.

Melihat hal tersebut, dia berharap Pemkab Bondowoso mengeluarkan kebijakan Work From Home (WFH), hingga situasi akan kembali normal

. Sementara untuk siswa, dapat dilakukan pembelajaran secara online. Sehingga siswa tak perlu datang ke sekolah, namun tetap mendapatkan pelajaran.

Dikonfirmasi terpisah, Martri, warga Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso, mengaku cucunya yang masih di bangku Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terpaksa tak disekolahkan sejak dua hari terakhir. Akibat tak ada yang mengantar ke sekolah. "Ibunya itu yang mau ngantar sudah dua hari tak pulang kerja, karena tak ada bensin jadi tak ada yang nganter," imbuhnya.

Sementara itu, Selamet, warga Desa Sumbersalam, Kecamatan Tenggarang anaknya juga hampir tidak masuk sekolah, karena sepeda motornya sudah kehabisan bensin.

Beruntung, masih ada sepeda pancal. Sehingga, ia pun bisa mengantar anaknya yang duduk dibangku kelas 3 dan 1 di SD Negeri 1 Koncer dengan sepeda ontel.

"Pulangnya ya naik sepeda pancal juga akhirnya. Sekitar 1,5 kilometer kalau jaraknya," terangnya.

Nurul Amanah, Kepala SMK Negeri 1 Tlogosari, juga menyampaikan hal serupa. Bahwa ada beberapa muridnya yang tak masuk karena kesulitan BBM.

"Tapi jumlah yang masuk lebih banyak dibanding yang tidak," ujarnya.

Sejumlah guru dan tenaga honorer di lingkungan pendidikan di Bondowoso berharap ada kebijakan work from home (WFH).

Pasalnya, mereka kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak untuk berangkat kerja. Jika ada pun, harganya tidak murah.

"Kebijakan pemerintah mungkin bisa WFH," terang Siti Maltufa, Ketua Forum Persatuan Honorer Bondowoso. (ham)

Editor : M. Ainul Budi
#BBM #siswa #bensin #Bondowoso