Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Begini Kata Wakil Ketua PWI Jati, Perlu Jadi Motor Kolaborasi di Era Digital Agar Tak Tertinggal Zaman

Ilham Wahyudi • Sabtu, 12 Juli 2025 | 16:45 WIB

RESMI: Ketua PWI Bondowoso terpilih Sinca Ari Pangestu (kiri) memberikan sambutan pertamanya di depan Pengurus PWI Jatim Machmud Suhermono (tengah). (ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)
RESMI: Ketua PWI Bondowoso terpilih Sinca Ari Pangestu (kiri) memberikan sambutan pertamanya di depan Pengurus PWI Jatim Machmud Suhermono (tengah). (ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)

 radarjember.id - Tantangan dunia media di era digital makin kompleks. Persaingan bukan lagi menjadi pilihan utama, melainkan kolaborasi dan sinergi.

Oleh sebab itu, penguatan organisasi di tengah disrupsi teknologi dan derasnya arus informasi, dianggap menjadi salah satu hal yang harus dilakukan.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua PWI Jatim Bidang Organisasi, Machmud Suhermono.

Dia menilai, sebagai organisasi profesi, PWI didorong menjadi organisasi terbuka dan kolaboratif, di tengah derasnya arus digitalisasi media.

“Tantangan dunia pers saat ini bukan lagi soal persaingan, tapi bagaimana membangun sinergi lintas sektor,” katanya ketika membuka Konferensi PWI Bondowoso, kemarin (10/7).

Dalam zaman seperti saat ini, pria yang akrab disapa Mahmud itu menjelaskan, PWI harus mampu sinergi dan kolaborasi. Serta terus meningkatkan kemampuan dan kapasitas para anggotanya.

Apalagi di tengah maraknya penggunaan Ai dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau tidak bisa bersinergi, mati kita,” tegasnya.

Menurutnya, organisasi pers seperti PWI tidak boleh lagi bersifat eksklusif.

Justru harus menjadi motor penggerak kerja sama, baik antamedia, pemerintah, dunia pendidikan, maupun masyarakat.

Machmud juga menyoroti cepatnya perkembangan teknologi, terutama hadirnya artificial intelligence (Ai) yang telah mengubah cara kerja media.

Ia menekankan bahwa inovasi bukan ancaman, melainkan tantangan bagi wartawan untuk terus belajar.

“AI tidak bisa menggantikan wartawan. Tapi wartawan yang tidak belajar AI, pasti akan tertinggal,” ujarnya.

Dia mengingatkan bahwa saat ini tidak ada informasi yang bisa dikendalikan sepenuhnya.

Media pun bukan lagi satu-satunya sumber informasi, sebab masyarakat sudah bisa mengakses dan menyebarkan informasi secara mandiri.

Untuk menjawab tantangan itu, Machmud mendorong PWI aktif membentuk forum-forum pelatihan dan kajian rutin.

Tujuannya tidak hanya untuk peningkatan kualitas wartawan, tapi juga memberi kontribusi pada peningkatan literasi masyarakat.

“PWI bisa bermanfaat bagi sekolah, desa, hingga perguruan tinggi. Kita perlu berbagi ilmu tentang literasi media dan informasi,” pungkasnya. (ham/fid)

 

 

Editor : Adeapryanis
#PWI Jatim #PWI Bondowoso #Bondowoso