DABASAH, Radar Ijen – Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid ternyata masih malu-malu membeberkan siapa kriteria sebenarnya menurut dia yang layak menduduki kursi jabatan sekretaris daerah.
Ra Hamid sapaan akrabnya hingga kini masih menutup rapat, bocoran dari tiga besar yang siap mengemban Amanah menjadi sekda definitif Bondowoso selanjutnya.
Kemarin, usai pengambilan sumpah jabatan beberapa pejabat di Pendapa Bupati, Ra Hamid masih irit berkomentar ketika disinggung mengenai pandangannya soal sekda.
“Sementara untuk tahapannya kami sudah kirimkan nama kepada Kemendagri, ya kita tunggu saja ya,” ungkapnya sembari meninggalkan kerumunan awak media.
Hingga kini, belum ada informasi resmi mengenai waktu pengumuman hasil akhir penetapan Sekda.
Namun, publik dan kalangan birokrasi Bondowoso menantikan siapa sosok yang akan ditunjuk sebagai Sekretaris Daerah definitif, mengingat posisi ini sangat strategis dalam mendukung jalannya pemerintahan daerah secara efektif.
Ketiga nama yang lolos ke tahap akhir yakni Taufan Restuanto yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Keuangan Setda Bondowoso; Agung Tri Handono, Kepala Dispendukcapil Bondowoso; serta Fathur Rozi, Kepala DPMD Kabupaten Probolinggo. Ketiganya dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman birokrasi yang memadai untuk menduduki posisi strategis sebagai sekda.
Sebelum tiga besar itu, ada lima orang yang juga mengikuti selter sekda kali ini. Total ada delapan pejabat yang turut serta.
Lima orang yang telah gugur sebelumnya, ada nama Hari Cahyono Asisten Administasi Umum Sekretariat Daerah Bondowoso, Hendri Widotono Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bondowoso, dr. Mohammad Imron Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Sekretariat Daerah Bondowoso, Sigit Purnomo Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bondowoso dan Solikhin Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bondowoso. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi