Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kopi Bondowoso Akan Dikembangkan Sebagai Model Hilirasasi Terpadau, Ini Alasannya!!

Faqih Humaini • Sabtu, 28 Juni 2025 | 16:48 WIB

BEKERJA: Sejumlah petani saat memetik kopi arabica khas Ijen, Selasa (25/6) Dorong Hilirisasi Kopi Ijen. (PT PERKEBUNAN NUSANTARA)
BEKERJA: Sejumlah petani saat memetik kopi arabica khas Ijen, Selasa (25/6) Dorong Hilirisasi Kopi Ijen. (PT PERKEBUNAN NUSANTARA)

 

radarjember.id - PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) mengambil langkah proaktif dalam mendorong hilirisasi industri kopi nasional dengan menjadikan lereng Ijen di Bondowoso sebagai pusat pengembangan terintegrasi.

Komitmen ini ditegaskan saat kunjungan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, dalam acara panen raya kopi di Java Coffee Estate, Kecamatan Sempol, Selasa (24/6).

Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Dannas, mengungkapkan bahwa kawasan kopi di Bondowoso bukan hanya menjadi lokasi produksi semata, melainkan akan dikembangkan sebagai model hilirisasi terpadu.

“Kami tidak ingin berhenti di panen saja. Kopi ini harus naik kelas, masuk ke proses hilir dengan nilai tambah tinggi,” ujar Teddy.

Dia menyebutkan bahwa potensi kopi Indonesia, khususnya jenis arabika dari Ijen, memiliki keunggulan cita rasa yang kompetitif di pasar global.

Karena itu, penguatan industri pengolahan seperti roasting, packaging, hingga branding akan menjadi fokus ekspansi ke depan.

“Kalau selama ini kita ekspor dalam bentuk biji, ke depan kita ingin ekspor dalam bentuk kopi siap konsumsi,” tegasnya.

PTPN I juga menargetkan peningkatan kapasitas produksi di wilayah kerja PTPN I, sembari menggandeng petani lokal dalam skema kemitraan yang saling menguntungkan.

“Kami dorong sinergi antara petani mandiri dan korporasi. Supaya semua tumbuh bersama dan hasilnya bisa lebih terdistribusi secara adil,” jelas Teddy.

Dalam konteks keberlanjutan, PTPN I menilai bahwa pengembangan kopi harus ramah lingkungan dan berbasis komunitas.

Pemanfaatan lahan dataran tinggi seperti Ijen dinilai cocok karena kondisi agroklimat yang mendukung kualitas tanaman.

“Kami juga memastikan sistem budidaya yang berkelanjutan. Termasuk dalam penggunaan pupuk dan pemeliharaan lingkungan kebun,” tambahnya.

Kunjungan Wapres Gibran turut menjadi dorongan moral bagi seluruh stakeholder industri kopi.

Selain memberikan semangat kepada petani, kehadiran pemerintah pusat menunjukkan bahwa sektor perkebunan kopi kembali menjadi prioritas dalam peta pembangunan nasional.

“Ini momentum penting. Tidak hanya panen, tapi juga strategi jangka panjang dalam membangkitkan kejayaan kopi Indonesia,” imbuh Teddy.

Dengan langkah ekspansi dan hilirisasi ini, PTPN I berharap kontribusi kopi terhadap ekonomi lokal Bondowoso semakin meningkat.

Terlebih, dengan meningkatnya permintaan kopi global, PTPN I optimistis Indonesia bisa kembali menempati posisi strategis sebagai pemain utama dalam industri kopi dunia. (faq/fid)

 

Editor : Adeapryanis
#kopi bondowoso #Kopi #Bondowoso