IJEN, Radar Jember - Kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Kabupaten Bondowoso untuk meresmikan PLTP Blawan Ijen yang semula dijadwalkan berlangsung secara langsung, mendadak dibatalkan.
Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipatif atas faktor keselamatan penerbangan akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan Ijen, Kamis (26/6).
Presiden Prabowo sebenarnya telah bersiap sejak pagi di Bali dan dijadwalkan menempuh perjalanan udara menggunakan helikopter menuju Kecamatan Ijen, lokasi acara.
Namun, kabut tebal, hujan deras, serta angin kencang membuat jalur udara menuju Bondowoso tidak aman untuk dilintasi, terutama karena kontur geografis wilayah yang bergunung-gunung.
Mengingat keselamatan adalah prioritas utama dalam setiap kunjungan kepala negara, maka tim protokoler, pengamanan presiden (Paspampres), dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memutuskan untuk membatalkan keberangkatan Presiden secara mendadak.
Presiden kemudian mengikuti agenda peresmian PLTP melalui sambungan video conference.
"Demi keselamatan bapak presiden. Kami memutuskan beliau mengikuti lewat vidcon bersama-sama dengan kita di sini,” ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang hadir secara langsung dan mewakili Presiden dalam penandatanganan prasasti peresmian.
Melalui video conference, Presiden Prabowo menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Bondowoso karena tidak bisa hadir secara fisik.
Ia menegaskan bahwa keselamatan penerbangan adalah hal yang tidak bisa dikompromikan, sekaligus menyatakan keinginannya untuk berkunjung langsung di lain kesempatan.
“Karena cuaca tidak memungkinkan, terpaksa saya hadir melalui video conference.
InsyaAllah, saya akan mencari waktu untuk hadir langsung ke Bondowoso dan melihat proyek strategis ini,” ucap Presiden Prabowo.
Peristiwa ini menunjukkan standar tinggi dalam pengamanan dan pengambilan keputusan dalam kunjungan kenegaraan.
Meski tak hadir secara fisik, peresmian PLTP Blawan Ijen Unit 1 tetap berlangsung khidmat.
Proyek pembangkit energi hijau ini merupakan hasil kerja sama PT Medco Power Indonesia dan Ormat Technologies, dengan kapasitas 35 MW dan nilai investasi mencapai Rp 3,9 triliun. (faq)
Editor : Nur Hariri