radarjember.id - Aktivitas erupsi Gunung Raung masih terus berlangsung hingga Rabu(24/6). Dalam laporan resmi Magma Indonesia, teramati erupsi menerus dengan tinggi kolom asap mencapai ribuan meter, disertai sinar api yang terlihat dari CCTV puncak Ijen.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso pun kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak mendekati kawasan kawah dalam radius 3 kilometer.
Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Sigit Purnomo, menjelaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan PVMBG dan BPBD kabupaten lain yang berbagi wilayah dengan Gunung Raung seperti Banyuwangi dan Jember.
“Kondisi erupsi masih berlanjut, kami minta masyarakat tetap tenang namun waspada, khususnya warga yang tinggal di wilayah barat laut yang berpotensi terdampak abu,” tegasnya.
Dalam laporan pengamatan yang berlangsung selama 24 jam, tercatat satu kali letusan dengan amplitudo 4 mm dan durasi cukup panjang, yakni 2.473 detik.
Selain itu, terdeteksi pula dua gempa hembusan dan dua gempa tektonik jauh. “Tremor menerus juga masih terekam, ini menunjukkan adanya aktivitas vulkanik yang stabil namun aktif,” kata Sigit.
Cuaca di sekitar Gunung Raung saat ini dilaporkan berawan dan sesekali hujan, dengan suhu udara berkisar antara 19 hingga 26 derajat Celsius.
Meskipun asap kawah tidak teramati secara langsung akibat kabut, pantauan dari CCTV tetap menunjukkan adanya erupsi dan sinar api.
“Kami juga mengimbau warga untuk tidak bermalam atau menuruni kawasan kaldera, sesuai rekomendasi PVMBG,” lanjutnya.
Sigit menegaskan, saat ini Gunung Raung masih berada di Level II atau Waspada.
BPBD telah menyiagakan personel di sejumlah titik rawan dan melakukan patroli rutin bersama pihak desa serta relawan tangguh bencana.
“Kami sudah siapkan jalur evakuasi dan logistik darurat apabila ada peningkatan status,” ujarnya.
Pihaknya juga mengingatkan wisatawan dan pecinta alam agar menunda sementara kegiatan pendakian ke puncak Raung.
“Kami memahami banyak yang ingin berwisata ke kawasan Ijen dan Raung, namun saat ini keselamatan tetap prioritas. Jangan paksakan masuk ke area rawan,” tutur Sigit.
Dengan situasi yang masih fluktuatif, BPBD meminta seluruh masyarakat agar mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan tidak mudah terpancing isu atau kabar tidak jelas yang beredar di media sosial.
“Kami akan terus memberikan update kondisi gunung secara berkala,” pungkasnya. (faq/fid)
Editor : Adeapryanis