radar jember - ADANYA tiga SPPG Mandiri secara otomatis, menambah jumlah siswa penerima manfaat program nasional tersebut.
Meski demikian, makanan sehat yang diberikan harus tetap memenuhi standar gizi yang dibutuhkan.
Oleh sebab itu, nilai gizi dari makanan yang akan diberikan harus terukur dengan tepat.
Ahli Gizi SPPG Pujer Fajar Adini mengatakan, ada 20 menu makanan yang disiapkan untuk para siswa, ketika sudah mulai beroperasi dalam beberapa waktu mendatang.
Dalam setiap menu akan ada karbohidrat, lauk nabati, lauk hewani, serta sayur dan buah.
“Ada 4 ribu siswa yang akan menerima program ini setiap hari,” terangnya.
Kandungan karbohidrat tersebut berasal dari nasi atau mie, sementara lauk nabati berupa tahu, tempe dan edamame. Kemudian lauk hewani berupa ikan, daging ayam, sapi atau telur.
“Jika lauknya nanti berupa telur, maka akan kami tambah dengan susu,” imbuhnya.
Dalam pembuatan makanan bergizi, petugas SPPG tak akan menggunakan MSG, melainkan rempah alami yang sesuai ketentuan.
Sementara jenis susu yang diberikan masih susu kemasan, bukan susu murni karena keterbatasan tempat penyimpanan.
“Nanti makanan yang kami berikan pada siswa, juga akan disesuaikan dengan umur dan kebutuhan gizi mereka,” katanya.
Sementara itu, Mitra SPPG Jambesari Lina Tri Puspita Sudarmo Putri mengatakan, saat ini masih menunggu kucuran anggaran dari pemerintah pusat.
Setelah dapat dicairkan, maka pemberian makanan bergizi langsung dilakukan.
“Sementara ini penerima manfaat ada 3049 orang di Kecamatan Jambesari. Selanjutnya akan kami tingkatkan menjadi 4 ribu,” tuturnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi