DABASAH, Radar Ijen - Video pelepasan atlet taekwondo ke Porprov IX, oleh Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid sempat menjadi perbincangan.
Pasca salah satu akun Instagram @muhammadtamsiltaufik meluapkan kekecewaannya dalam sebuah komentar. Karena merasa tak mendapat perhatian.
Dalam komentar itu, tim basket Bondowoso merasa tak mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Meski sudah berjuang dengan penuh semangat.
Diketahui, tim basket Bondowoso lolos Porprov setelah belasan tahun gigit jari. Bahkan mereka sudah berangkat sejak 13 Juni lalu, tanpa adanya pelepasan secara resmi.
Hal tersebut juga mendapat tanggapan serius dari Ketua Perbasi Bondowoso Muhammad Irsan Marwanda Bachtiar.
Pria yang akrab disapa Irsan itu menyebut, tak ada anggaran yang diberikan oleh Pemkab atau KONI Bondowoso.
Hal tersebut terjadi sejak mereka menjalani laga Pra Porprov beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu, mereka menggunakan anggaran secara swadaya.
Hasil manis diraih oleh atlet basket Bondowoso, membuat mereka dinyatakan bisa berkompetisi dalam Pra Porprov IX.
Padahal dalam belasan tahun terakhir, tim basket Bondowoso tak pernah lolos menuju Porprov. Mereka selalu terpatahkan di Pra-Porprov.
“Bahkan ketika kami latihan, pengurus KONI tak pernah menyambangi kami sekalipun. Terus perhatian kepada atlet kami ini, kemana?” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris KONI Bondowoso Santijo ketiak dikonfirmasi melalui sambungan telepon belum memberikan tanggapan.
Begitu juga ketika didatangi ke kantor KONI Bondowoso. Dia hanya mengirim pesan singkat “Maaf saya pulang duluan ada keperluan. oke” katanya singkat. (ham)
Editor : M. Ainul Budi